Diprotes Massa, Polisi Gagal Jemput Paksa Anak Kiai Pesantren yang Jadi Tersangka Pencabulan

Polisi dikabarkan sempat menangkap putra pimpinan pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang menjadi tersangka kasus pencabulan anak.

Diprotes Massa, Polisi Gagal Jemput Paksa Anak Kiai Pesantren yang Jadi Tersangka Pencabulan
(KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN)
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko 

TRIBUNPAPUA.OM - Polisi dikabarkan sempat menangkap putra pimpinan pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang menjadi tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur.

Namun, penangkapan tersebut gagal, karena dihalang-halangi oleh massa.

Pria di Magetan Cabuli Tetangganya yang Keterbelakangan Mental, Pakai Iming-iming Uang Rp 2 Ribu

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, polisi lantas melepas tersangka MSA, karena jumlah massa lebih banyak.

"Ada 10 orang personel, tapi massa lebih banyak. Akhirnya tersangka dilepas untuk menjaga kondusifitas," kata Trunoyoda di Mapolda Jatim, Senin (17/2/2020).

Menurut Trunoyudo, penangkapan tersangka MSA sesuai prosedur yang diatur dalam undang undang.

"Tapi polisi tetap mengedepankan aspek-aspek humanis," ujar dia.

MSA, putra seorang putra kiai di sebuah pesantren di Jombang, Jawa Timur, sudah 2 kali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Jatim.

Manfaatkan Momen Ditilang Polisi, Gadis 12 Tahun Mengadu Jadi Korban Pencabulan oleh seorang Remaja

Atas alasan tersebut, penyidik saat ini sedang menyiapkan upaya pemanggilan paksa.

"Sesuai SOP, jika 2 kali tidak datang panggilan pemeriksaan sebagai tersangka, akan dipanggil paksa. Kami sedang siapkan strateginya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi.

Polisi akan bertindak profesional dan sesuai prosedur dalam menangani kasus tersebut.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved