Gubernur NTT ke Kadinas Pertanian: Kalau Tak Bisa Dipanen Kelornya, maka Kamu Istirahat Saja

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebut, 21 pemerintah kabupaten yang ada di wilayahnya belum serius mengurus tanaman kelor.

(Dokumen Humas Pemprov NTT)
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laikodat, saat memimpin apel bersama di halaman gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (3/02/2020) pagi 

TRIBUNPAPUA.COM - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebut, 21 pemerintah kabupaten yang ada di wilayahnya belum serius mengurus tanaman kelor.

Hal itu disampaikan Viktor, di depan peserta apel di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari Kupang, Senin (17/2/2020) pagi.

"Belum ada satu kabupaten yang serius urus kelor. Lahannya di mana?" ucap Viktor.

"Saya instruksikan agar setiap kabupaten siapkan 1.000 hektare dan setiap rumah tangga minimal lima pohon."

"Ini harus jadi gerakan bersama," tegas Viktor.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat: Kalau Mau Menikah, Perempuan Harus Makan Kelor

Viktor mengaku, belum bisa memenuhi permintaan pasar dari luar NTT, karena tidak adanya kelor.

"Saya diminta 1 ton kelor dari Jakarta tapi tidak tersedia," kata Viktor.

Karena itu, kata Viktor, untuk benih kelor, agar dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Viktor pun merintahkan kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT untuk segera membagikan benih kelor.

"Untuk rakyat dikasih gratis. Benih jangan buat PAD. Sedangkan kalau untuk pengusaha, ya mereka harus beli," ucap Viktor.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved