Freeport Akui Penutupan Tambang Grasberg Berdampak ke Ekonomi Papua

Freeport mengakui adanya penurunan produksi hasil tambang akibat sudah tidak ada lagi aktivitas penambangan yang dilakukan di tambang Grasberg

(KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTO)
Areal tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Grasberg, Timika, Papua, Kamis (24/11/2011). 

TRIBUNPAPUA.COM - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengakui adanya penurunan produksi hasil tambang akibat sudah tidak ada lagi aktivitas penambangan yang dilakukan di tambang terbuka (open pit) Grasberg.

Ditutupnya tambang terbuka Grasberg dinilai berdampak terhadap perekonomian Papua.

Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, selama ini pihaknya melibatkan kontraktor lokal untuk proses pengerjaan di tambang terbuka Grasberg.

Dengan berhentinya aktivitas tambang, maka tidak ada lagi kontrak kerja sama yang melibatkan kontraktor lokal.

Menteri BUMN Erick Thohir Tunjuk Putra Asli Papua Masuk Jajaran Bos Freeport

"Tambang terbukanya sudah selesai. Tambang bawah tanahnya masih belum optimal. Jadi sebenarnya ada gap aja, bukan karena ada penurunan produksi, karena ini sudah selesai," ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Bukan hanya itu, akibat penurunan produksi yang mencapai 50 persen, Riza menyebutkan porsi setoran pajak kepada pemerintah daerah berkurang.

"Tentunya ada beberapa penerimaan daerah yg berkurang karena produksi kita juga akan berkurang, ada beberapa pajak daerah yang berkurang. Ya kalau 50 persen bayangkan saja 50 persen yang berkurang," katanya.

Kendati demikian, Riza memastikan bahwa penutupan tambang terbuka tidak akan berdampak terhadap efisiensi tenaga kerja Freeport.

Sosok Claus Wamafma, Orang Papua Pertama yang Ditunjuk Erick Thohir Jadi Bos Freeport

Pasalnya, Freeport sudah mulai memindahkan tenaga kerja yang ditugaskan di tambang terbuka ke tambang bawah tanah Grasberg.

"Tentunya dialihkan dari open pit akan dilaihkan ke tambang bawah tanah," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved