Breaking News:

Kemendagri Pecat Dua Pecabat Sorong karena Korupsi, Wali Kota: Mereka Kelelahan Jadi Manusia Biasa

Dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat, dipecat sebagai aparatur sipil negara (ASN) oleh Kementerian Dalam Negeri.

(Fabian Januarius Kuwado)
Wali Kota Sorong Lambert Jitmau 

TRIBUNPAPUA.COM - Dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat, dipecat sebagai aparatur sipil negara (ASN) oleh Kementerian Dalam Negeri.

Dua pejabat itu dipecat karena terlibat korupsi. Wali Kota Sorong Lambert Jitmau membenarkan kabar pemecatan tersebut.

Firli Bahuri Tanggapi soal KPK Stop 36 Perkara yang Masih dalam Penyelidikan: Tidak Terpenuhi Syarat

Jika mempertimbangkan sisi kemanusiaan, ia sedih jika ada ASN yang dipecat karena korupsi sekitar Rp 100 juta hingga Rp 200 juta.

Apalagi, ASN itu telah menjalani hukuman dan mengembalikan kerugian negara.

"Saya yakin bahwa kerugian negara seratus atau dua ratus juta bukan sesungguhnya niat ASN tersebut untuk korupsi, tetapi kelelahan sebagai manusia biasa," kata Lambert di kantornya seperti dilansir Antara, Jumat (21/2/2020).

Lembert mengatakan, sebaiknya pemecatan ASN harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Karena, para ASN itu memiliki keluarga yang harus dibiayai.

Tapi, Lambert tetap mematuhi aturan yang berlaku.

"Namun jika aturan menghendaki ASN tersebut harus dipecat apa boleh buat, kita sebagai warga negara harus mematuhi aturan yang telah ditentukan negara," katanya.

(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dua Pejabat di Sorong Dipecat karena Korupsi, Wali Kota: Mereka Kelelahan sebagai Manusia Biasa"

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved