Breaking News:

Kisah Pilu di Balik Tragedi Jatuhnya Heli MI-17 di Papua, Duka Mendalam dari Keluarga Prajurit

Kisah sedih tersimpan di balik tragedi jatuhnya Helikopter MI-17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

(KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE)
Jenazah Praka Anumerta Yanuarius Loe, satu dari 12 jenazah anggota TNI yang menjadi korban jatuhnya Heli MI-17 milik Angkatan Darat, akhirnya tiba di Bandara El Tari Kupang, Selasa (18/2/2020) tadi sore 

TRIBUNPAPUA.COM - Kisah sedih tersimpan di balik tragedi jatuhnya Helikopter MI-17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

12 anggota TNI AD berangkat dalam keadaan sehat untuk bertugas menyuplai logistik ke pos TNI setempat beberapa bulan lalu.

Namun, helikopter hilang kontak pada Juni 2019 dan ditemukan hancur pada Februari 2020 ini.

Seluruh anggota TNI yang bertugas dinyatakan gugur.

Mayor CPN Anumerta Bambang Jadi Korban Heli yang Jatuh di Papua, sang Kakak: Adik Saya Takut Terbang

Satu-persatu dari 12 korban yang dievakuasi dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan.

Berikut rangkuman kisah-kisah korban Heli MI-17 yang berhasil dirangkum oleh Kompas.com:

Hujan tangis terjadi saat jenazah anggota TNI, Praka (Anumerta) Risno tiba di rumah duka di Desa Konde, Kecamatan Kambowa, Buton Utara, Sulawesi Tenggara, Rabu (19/2/2020).

Ibu Risno, Wa Undali tak menyangka anaknya akan menjadi salah satu korban dalam peristiwa jatuhnya Heli MI-17 di Papua.

Sebagai seorang ibu, hatinya hancur.

Sebab, Risno adalah anak baik dan bertanggung jawab.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved