Polda Papua Hubungi Bupati dan Tokoh Masyarakat untuk Cari Senjata Korban Heli MI-17 yang Hilang

Kapolda Papua mengingatkan masyarakat mengembalikan senjata api, amunisi, dan barang dari korban kecelakaan helikopter MI-17 yang jatuh di Papua.

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Gedung IASTH, Kampus UI Salemba, Jakarta, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Paulus Waterpauw mengingatkan masyarakat mengembalikan senjata api, amunisi, dan barang dari korban kecelakaan helikopter MI-17 yang jatuh di Pegunungan Mandala, Kabuapten Pegunungan Bintang.

Helikopter yang jatuh pada 28 Juni 2019 itu telah ditemukan setelah delapan bulan pencarian. Sebanyak 12 jenazah korban juga telah dievakuasi dan dimakamkan.

Tapi, sejumlah senjata api, amunisi, dan barang lainnya raib dari lokasi kecelakaan helikopter.

Kisah Pilu di Balik Tragedi Jatuhnya Heli MI-17 di Papua, Duka Mendalam dari Keluarga Prajurit

"Beberapa kali kami sudah menyampaikan ajakan dan imbauan bagi saudara-saudara yang menemukan atau mengambil barang-barang milik korban agar segera mengembalikan. Apa-apa saja yang diambil, mungkin ada senjata api dan amunisi, tolong kembalikan," kata Irjen Paulus di Timika seperti dilansir Antara, Jumat, (21/2/2020).

Paulus mengatakan, barang-barang itu bisa dikembalikan ke TNI atau Polri.

Masyarakat juga diminta tak menyepelekan imbauan itu.

Secara hukum, kata dia, tindakan mengambil barang milik orang lain masuk dalam unsur tindak pidana pencurian.

Sebelum Heli MI-17 Jatuh di Papua, Praka Yanuarius Sempat Telepon Ibunya: Dia Mau Pulang Kampung

"Belum lagi kalau menguasai senjata api, maka sudah kena UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951." kata Paulus.

Paulus telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemta untuk mencari barang-barang milik prajurit TNI itu.

"Saya sudah menghubungi Pak Bupati untuk membantu. Sampaikan kepada masyarakat agar segera kembalikan barang-barang milik korban," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved