Breaking News:

Beberkan Alasan Ahok Cs Mau Jadi 'Anak Buahnya', Erick Thohir Singgung Potensi Perubahan di BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan alasan mengapa beberapa figur papan atas mau bergabung ke beberapa perusahaan plat merah.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Pengusaha Erick Thohir usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Ma'ruf Amin periode tahun 2019-2024. 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan alasan mengapa beberapa figur papan atas mau bergabung ke beberapa perusahaan plat merah.

Figur-figur tersebut, yakni adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Chandra Hamzah, Chatib Basri, Agus Martowardoyo, Archandra Tahar, dan Triawan Munaf.

Menurut Erick, orang-orang ternama itu mau bergabung untuk membantunya karena melihat ada potensi perubahan di tatanan BUMN.

Ahok Diminta Dicopot dari Pertamina, Erick Thohir: Saya Tak Mau Ada Pergantian karena Hal Personal

“(Mereka) enggak mungkin mau gabung (ke BUMN) kalau enggak lihat reformasi BUMN ke arah yang benar,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Erick menambahkan, sosok-sosok tersebut dia tempatkan di jajaran komisaris perusahaan plat merah.

Fungsinya, untuk mengawasi kinerja perusahaan BUMN.

“Kita ada rapat bulanan (dengan jajaran komisaris), ingin pastikan (proses) bisnis dengan pengawasan yang baik, karena kita pengelola,” kata Erick.

Pengamat Nilai Ahok Rintis Jalan Hentikan Laju Mafia Migas: Dia Mulai Melakukan Sesuatu yang Baru

Sebagai informasi, Ahok merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta.

Saat ini dia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Lalu, Chatib Basri meruapakan mantan Menteri Keuangan.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved