Investasi Bodong Ditemukan di Papua, Berkedok Penanaman Modal Sapi Perah

Satuan Tugas Waspada Investasi Papua yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan, Polri dan Kejaksaan menemukan dugaan investasi bodong.

Investasi Bodong Ditemukan di Papua, Berkedok Penanaman Modal Sapi Perah
uangteman.com
Ilustrasi Uang 

TRIBUNPAPUA.COM - Satuan Tugas Waspada Investasi Papua yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan, Polri dan Kejaksaan menemukan dugaan investasi bodong yang berkedok penanaman modal sapi perah.

Dugaan investasi bodong tersebut berada di Desa Yammua Arso VI, Kabupaten Keerom.

Kemenkeu Ungkap Temuan BPK: Ada Dana Otsus Papua Rp 1,85 Triliun yang Didepositokan

"CV Manunggal Pancanaka atau CV Tri Manunggal Jaya diduga merupakan entitas ilegal dan berpotensi merugikan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut Satgas Investasi Papua meminta CV Manunggal Pancanaka menghentikan aktivitasnya," ujar Kepala Satgas Waspada Investasi Papua Adolf Simanjuntak di Jayapura, Rabu (26/2/2020). 

Menurut dia, aktivitas penghimpunan dana yang dilakukan perusahaan tersebut sudah berjalan sekitar 2 tahun.

Namun, hingga kini belum ada masyarakat yang melapor telah dirugikan oleh CV Manunggal Pancanaka.

Manurut Adolf, usaha serupa telah ditemukan di Ponorogo, Jawa Timur, dan telah ada yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

"Kita tinggal menunggu pengaduan dari masyarakat. Karena begitu, kita sampaikan informasi ini, saya yakin 1-2 hari akan ada pengaduan," kata dia.

Wamen Keuangan Sebut Dana Otsus Papua yang Capai Rp 126,9 Triliun Belum Optimal: Perlu Didesain Lagi

Menurut Adolf, 2 tahun lalu pihaknya sudah menduga ini investasi bodong, karena penawarannya tidak lazim.

Izin yang dikantongi CV Manunggal Pancanaka, menurut Adolf, adalah izin usaha perdagangan.

Namun, aktivitas yang dilakukan justru penghimpunan dana.

Ia belum dapat memastikan berapa kerugian yang telah diderita masyarakat, karena belum ada yang melapor.

"Sudah puluhan miliar dana yang dihimpun. Pasti ada korelasinya dengan yang di Ponorogo, karena ini kepanjangan tangan dari yang di Ponorogo, seperti cabangnya," kata Adolf.

Masyarakat juga diminta untuk lebih selektif dalam berinvestasi dan tidak mudah tergiur oleh tawaran yang nilainya tidak wajar.

(Kompas.com/ Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ditemukan Dugaan Investasi Bodong di Papua Berkedok Modal Sapi Perah"

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved