Jumat, 1 Mei 2026

Peringatan dari Ahli China soal Virus Corona: Pasien yang Sudah Sembuh Bisa Terinfeksi Lagi

Seorang ahli pernapasan China memperingatkan, pasien yang sudah pulih masih punya kemungkinan menularkan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Tayang:
(AFP/STR/CHINA OUT)
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas medis saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. 

TRIBUNPAPUA.COM -  Seorang ahli pernapasan China memperingatkan, pasien yang sudah pulih masih punya kemungkinan menularkan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Zhao Jianping, kepala tim yang bekerja untuk mengatasi wabah Covid-19 di Hubei, China, mengatakan bahwa ada beberapa kasus di mana hasil tes pasien masih positif meski sudah dinyatakan sembuh.

Berkeringat Saat Konferensi Pers, Seorang Menteri di Iran Ini Ternyata Terinfeksi Virus Corona

"Ini berbahaya, Di mana Anda menempatkan pasien-pasien itu? Anda tidak bisa mengirim mereka pulang karena mereka mungkin masih bisa menulari orang lain, tapi mereka juga tidak bisa masuk lagi ke rumah sakit yang menjadi pusat penyebaran penyakit," kata Zhao dilansir South China Morning Post, Jumat (21/2/2020).

Dalam wawancara terpisah dengan Beijing News pada Rabu (19/2/2020), Zhao mengatakan salah satu pasiennya telah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit setelah dua tes laboratorium hasilnya negatif.

Namun beberapa hari kemudian, pasien itu demam dan kembali dinyatakan positif.

Dia mengatakan, kasus itu menyarankan bahwa pasien yang sudah pulih harus mengkarantinakan diri di rumah selama 14 hari setelah dipulangkan.

Para ahli China sebelumnya telah memperingatkan bahwa pasien yang pulih dapat terinfeksi untuk kedua kalinya.

Di Provinsi Ontario Kanada, misalnya, dua kasus pertama Covid-19 di negara itu yang telah sembuh dinyatakan positif lagi.

Kevin Patterson, seorang dokter di Kanada mengatakan bahwa dalam beberapa kasus pasien yang telah sembuh dari Ebola atau TBC, mereka terus membawa jejak virus atau bakteri dalam tubuh.

Pasca-Wabah Corona, Warga Asal Hubei Kesulitan Menata Hidup: Kamu Menderita dan Didiskriminasi

Dalam kasus ini, pasien yang dinyatakan positif lagi tidak menularkan virus ke orang lain.

Namun, apakah pasien yang sudah sembuh kemudian dinyatakan positif Covid-19 lagi dapat menularkan virus ke orang lain masih belum diketahui.

Oleh sebab itu, Benjamin Cowling kepala divisi epidemiologi dan biostatistik di Universitas Hong Kong mengatakan bahwa cara terbaik untuk menilai risiko tersebut adalah dengan memastikannya di laboratorium.

Cowling menambahkan, jika beberapa pasien yang sudah sembuh kemudian terinfeksi lagi dan terbukti dapat menularkan virus, maka penting untuk memantau seberapa sering itu terjadi.

Dia berasumsi, potensi penularan oleh pasien yang pernah sembuh hanya kecil kemungkinan.

Status Virus Corona

 WHO membenarkan dugaan para ilmuwan dan pakar penyakit awal bulan ini bahwa status wabah Covid-19 berpotensi naik jadi pandemik.

Dalam konferensi pers Senin kemarin (24/2/2020), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, berkata bahwa wabah virus corona memiliki potensi menjadi pandemik, meski belum sampai ke level tersebut.

Untuk saat ini, wabah virus corona Wuhan atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 masih berstatus epidemik, meskipun WHO juga menyebut wabah ini sebagai darurat kesehatan global atau public health emergency of international concern (PHEIC).

"Keputusan kami untuk menggunakan atau tidak menggunakan kata 'pandemik' dalam mendeskripsikan sebuah epidemik didasarkan pada penilaian yang terus berlangsung mengenai penyebaran geografis virus, keparahan penyakit yang disebabkannya dan dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan," ujar Ghebreyesus.

WNI di Diamond Princess yang Positif Virus Corona Bertambah Jadi 9 Orang

Dilansir dari CNN, Senin (24/2/2020), Ghebreyesus lantas mengatakan bahwa untuk saat ini WHO melihat bahwa penyebaran virus masih terkontrol dan virus tidak menyebabkan penyakit parah pada skala besar atau bahkan kematian.

"Apakah virus ini punya potensi pandemik? Tentu saja. Apakah kita sudah sampai di sana (level pandemik) dari penilaian WHO? Belum," imbuhnya.

Ghebreyesus lantas berkata bahwa pada saat ini, wabah virus corona Wuhan masih berupa epidemik di berbagai tempat di dunia dengan efek yang berbeda-beda, sehingga memerlukan respons yang berbeda-beda pula.

Menjelaskan lebih lanjut, Dr Mike Ryan yang merupakan direktur eksekutif untuk program darurat kesehatan WHO berkata bahwa hingga saat ini, para ahli belum mengetahui secara pasti dinamika penularan Covid-19.

Update Korban Meninggal Virus Corona 24 Februari: 78.987 Terinfeksi, 2.469 Orang Meninggal

Itulah sebabnya, WHO mempersiapakan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk, yakni pandemik.

"Kita sedang berada pada fase bersiap untuk pandemik yang berpotensi terjadi. Mari fokus pada apa yang bisa kita lakukan dan apa yang harus kita lakukan, yaitu bersiap," ujarnya.

Dia melanjutkan, ketika kita bilang bersiap, itu artinya bersiap mendeteksi kasus, bersiap menangani kasus, bersiap mengikuti kontak, dan bersiap melaksanakan upaya pengontrolan yang cukup.

Sementara itu, Amerika Serikat juga telah mempersiapkan diri untuk pandemik virus corona Wuhan.

Dr. Nancy Messonnier, direktur National Center for Immunization and Respiratory Diseases dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS berkata bahwa divisinya sedang bekerja sama dengan semua departemen kesehatan untuk merespons kasus-kasus lokal dan bersiap menghadapi kemungkinan pandemik virus corona Wuhan.

(Kompas.com/ Gloria Setyvani Putri/ Shierine Wangsa Wibawa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahli China: Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh Bisa Terinfeksi Lagi" da"WHO: Status Virus Corona Berpotensi Naik dari Epidemik Jadi Pandemik"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved