Bukan karena Tabrak Babi, Bupati Dogiyai Ungkap Alasan Sopir Truk Diamuk Massa di Hadapan Polisi

Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa mengatakan, terkait tewasnya Yus Yunus, perlu diklarifikasi mengenai satu hal yang simpang siur dan tidak benar.

Bukan karena Tabrak Babi, Bupati Dogiyai Ungkap Alasan Sopir Truk Diamuk Massa di Hadapan Polisi
facebook
Di Depan Polisi Bersenjata Sopir Truk Tewas Dianiaya Massa di Nabire, Kapolda Papua Angkat Bicara . Yus Yunus coba berlindung dengan memeluk polisi bersenjata dari amuk massa. Akhirnya Yus Yunus tewas dianiaya massa. 

TRIBUNPAPUA.COM - Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa mengatakan, terkait tewasnya Yus Yunus, perlu diklarifikasi mengenai satu hal yang simpang siur dan tidak benar.

Yus Yunus merupakan sopir truk asal Polewali Mandar (Polman) yang tewas diamuk massa di Jalan Raya Trans Papua, di Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai, Minggu (23/2/2020).

Ia mengatakan, pengeyorokan Yunus bukan karena babi yang mati ditabrak.

Para pelaku yang menganiaya Yunus hingga tewas tidak mempersoalkan babi tersebut.

Keluarga Sopir Truk yang Tewas Diamuk Massa di Hadapan Polisi: Kapolri, Kapolda Harus Tanggung Jawab

"Tetapi hal ini karena tersulut emosi melihat kematian Demianus Mote yang dicurigai ditabrak oleh truk. Sehingga diharapkan untuk tidak mengembangkan dan menyebarluarkan isu seolah-olah nyawa babi dibalas dengan nyawa manusia," kata Bupati dikutip dari Antara, Jumat (28/2/2020).

Bupati juga menegaskan, tewasnya Yunus tidak ada hubungannya antara orang Dogiyai dengan orang Polewali Mandar atau masalah antara orang Papua dan orang non-Papua.

Masalah ini murni kecelakaan lalu lintas dan kriminal.

"Karena itu dimohon untuk tidak mengaitkan masalah kecelakaan lalu lintas dan kriminal ini dengan masalah politik, rasisme, agama, suku, kepulauan, dan lainnya," katanya.

Kronologi Sopir Truk Diamuk Massa Hingga Tewas di Depan Polisi Bersenjata, Kapolda Papua Bersuara

Pemkab Dogiyai mempercayakan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah ini.

Yakobus juga memohon kepada semua pihak, terutama pihak korban dan pelaku untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam atas permasalahan ini.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved