Bukan karena Tabrak Babi, Bupati Dogiyai Ungkap Alasan Sopir Truk Diamuk Massa di Hadapan Polisi

Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa mengatakan, terkait tewasnya Yus Yunus, perlu diklarifikasi mengenai satu hal yang simpang siur dan tidak benar.

facebook
Di Depan Polisi Bersenjata Sopir Truk Tewas Dianiaya Massa di Nabire, Kapolda Papua Angkat Bicara . Yus Yunus coba berlindung dengan memeluk polisi bersenjata dari amuk massa. Akhirnya Yus Yunus tewas dianiaya massa. 

Semua pihak harus menyerahkan penyelesaian masalah ini melalui proses hukum.

"Pemkab Dogiyai mendukung seluruh proses penyelidikan terhadap masalah ini, yang sedang dilakukan oleh pihak berwajib yakni Polsek Kamuu, Polres Nabire dan Polda Papua.

Terakhir, Yakobus memintaa maaf terkait tewasnya Yunus.

Mobil TNI Dihadang dan Ditembaki KKB di Keerom Papua, 2 Tentara Kena Serpihan Peluru

Tak hanya kepada keluarga, Yakobus juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Papua.

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai atas nama para pelaku pengeroyokan dan pembunuhan serta seluruh masyarakat menyampaikan turut berduka cita dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga almarhum Yus Yunus dan kepada seluruh warga Polewali Mandar dan warga Sulawesi yang berada Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Nabire, Sulawesi dan dimanapun berada," kata Yakobus.

"Kami berharap semoga permohonan maaf kami dari lubuk hati yang terdalam ini dapat diterima," sambungnya.

Dilansir dari Tribunnews.com, tewasnya Yunus bermula saat korban yang sedang melintas di Jalan Trans Nabire, Dogiyai, berhenti karena mengetahui ada seorang warga setempat bernama Damianus tewas setelah menabrak babi.

Yunus kemudian melapor ke polsek terdekat.

Sebabkan 1 Brimob Gugur, KKB yang Terlibat Baku Tembak di Mimika Ternyata Dipimpin Gusbi Waker

Setelah mendapat laporan itu, Yunus bersama anggota polisi mengunjungi lokasi.

Namun setibanya di lokasi, justru warga menganggap Yunus yang menabrak Damianus dan babi tersebut hingga tewas.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved