Breaking News:

Keluarga Sopir Truk yang Tewas Diamuk Massa di Hadapan Polisi: Kapolri, Kapolda Harus Tanggung Jawab

Hasriani juga menilai polisi di Nabire tidak profesional menangani kasus konflik yang sebabkan adiknya jadi korban penghakiman massa di depan polisi.

facebook
Di Depan Polisi Bersenjata Sopir Truk Tewas Dianiaya Massa di Nabire, Kapolda Papua Angkat Bicara . Yus Yunus coba berlindung dengan memeluk polisi bersenjata dari amuk massa. Akhirnya Yus Yunus tewas dianiaya massa. 

TRIBUNPAPUA.COM - Keluarga sopir truk asal Polman, Yus Yunus (26) menilai polisi lalai melindungi Yunus.

Yunus diamuk masa di hadapan polisi bersenjata saat berhenti di Jalan Trans Nabire, Dogiyai.

Kakak korban, Hasriani mengatakan, seharusnya ada upaya polisi mengevakuasi Yunus dari lokasi kejadian sebelum massa datang.

Hasriani juga menilai polisi di Nabire tidak profesional menangani kasus konflik yang menyebabkan adiknya jadi korban penghakiman massa di depan polisi.

Kalaupun ada mobil polisi di sana, kata Hasriani, harusnya adiknya diamankan. Namun, itu tak dilakukan.

Kronologi Sopir Truk Diamuk Massa Hingga Tewas di Depan Polisi Bersenjata, Kapolda Papua Bersuara

Ia mendesak Kapolri dan Kapolda Papua agar mengusut anggotanya yang terlibat di lokasi.

“Saya minta Kapolri dan Kapolda Papua sebagai penanggung jawab keamanan, agar bertanggung jawab mengusut tuntas kasus ini atas nama keadilan untuk semua warga,” ujar Hasriani, Jumat (28/2/2020).

Istri Yus Yunus, Lala juga meyakini suaminya tidak bersalah dan seharusnya bisa diselamatkan oleh polisi.

Yunus dituduh menabrak babi milik warga di sana yang juga jadi pemicu tewasnya korban.

“Dia juga sempat fotokan itu peristiwa waktu pergi melapor, untuk membuktikan bahwa dirinya bukan pelaku,” jelas Lala.

Viral Video Bupati Lebak Ngamuk ke Sopir Truk Pengangkut Tanah, Naik ke Pintu Truk hingga Sita Kunci

Keluarga korban juga menilai keterangan kepolisian yang mereka baca di media lokal di Papua, berbeda dari saksi yang ada di sana.

Keluarga menilai Yunus tak pernah menabrak babi.

Seperti diberitakan, dilansir dari Tribunnews.com, kejadian itu bermula saat Yunus yang sedang melintas di Jalan Trans Nabire, Dogiyai, mengetahui ada seorang warga setempat bernama Damianus tewas setelah menabrak babi.

Melihat kejadian itu, Yunus kemudian berhenti dan melaporkannya ke polsek terdekat.

Setelah mendapat laporan itu, Yunus bersama anggota polisi mengunjungi lokasi.

Tak Terima Dirampok, Sopir Truk Kejar Lalu Tabrak Mobil Perampok hingga Nyangkut di Pintu Tol

Namun setibanya di lokasi, justru warga menganggap Yunus yang menabrak Damianus dan babi tersebut hingga tewas.

Warga yang tersulut emosi, kemudian mengejar Yunus dan menganiayanya hingga tewas di hadapan polisi.

Menanggapi kasus ini, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan.

Dari informasi yang diterima, kasus tersebut terjadi karena masyarakat salah paham hingga akhirnya tersulut emosi.

Karena mereka menduga, Yunus yang menabrak warga asli setempat hingga tewas.

Padahal, fakta tidak seperti itu. Sehingga sebenarnya korban salah sasaran.

Detik-detik Baku Tembak Brimob-KKB di Mimika, Berawal dari Aparat Hendak Lakukan Penyekatan Wilayah

“Saya secara pribadi prihatin terhadap kasus penganiayaan yang menewaskan sopir itu. Yang jelas saya dapat informasi korban dicurigai merupakan pelaku tabrak lari terhadap korban yang meninggal. Namun, ternyata bukan dia sebenarnya, artinya salah sasaran. Dan kami akan tindak para pelaku,” ujar Kapolda.

Saat disinggung terkait pembiaran anggotanya dalam peristiwa penganiayaan yang menewaskan Yunus tersebut, ia mengaku polisi tidak bisa berbuat banyak.

Karena jika anggota polisi bertindak tegas, dikhawatirkan akan jatuh banyak korban.

“Kalau saya bayangkan anggota melakukan tindakan tegas terhadap masyarakat itu, maka akan ada korban juga karena sebenarnya itu situasional," jelasnya.

(Kompas.com/Kontributor Polewali, Junaedi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sopir Truk Tewas Diamuk Massa di Hadapan Polisi, Keluarga: Kapolri dan Kapolda Harus Bertanggung Jawab

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved