Identitas KKB yang Sering Berulah Dikantongi, TNI-Polri Tingkatkan Status Keamanan Siaga Satu

Upaya kelompok kriminal bersenjata ( KKB) yang mulai merangsek di dekat wilayah PT Freeport Indonesia menjadi perhatian serius aparat keamanan.

Identitas KKB yang Sering Berulah Dikantongi, TNI-Polri Tingkatkan Status Keamanan Siaga Satu
(handout/Humas Polda Papua)
Anggota Timsus Brimob Polda Papua dan sejumlah anggota Polres Tembagapura yang menembak ke arah kelompok kriminal bersenjata di Tembagapura, Minggu (29/10/2017). 

TRIBUNPAPUA.COM - Upaya kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mulai merangsek di dekat wilayah PT Freeport Indonesia menjadi perhatian serius aparat keamanan.

Untuk memperketat pengamanan di daerah obyek vital tersebut, TNI-Polri meningkatkan status keamanan menjadi siaga satu.

Detik-detik Mobil Patroli Polsek Tembagapura Ditembaki KKB, Petugas Hendak Berdialog dengan Warga

Dandim 1710/ Mimika Letkol Pio L. Nainggolan mengatakan, peningkatan status keamanan menjadi siaga satu tersebut sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu.

"Siaga satu bukan baru dilakukan pasca penembakan mobil patroli Polsek Tembagapura, tapi sudah beberapa hari lalu" kata Pio, Senin (2/2/2020) malam.

Untuk memaksimalkan pengamanan, pihaknya mengaku akan mengefektifkan satuan-satuan yang bermarkas di Mimika, bergabung dalam Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) dan pengamanan wilayah PT Freeport Indonesia.

"Saat ini yang kami lakukan mengefektifkan pasukan yang ada untuk mengantisipasi ancaman KKB," jelas Pio.

Terpisah, Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan, peningkatan status keamanan itu diberlakukan sejak adanya penyanderaan yang dilakukan KKB terhadap tiga guru SD Inpres Baluni, Kampung Jagamin, Distrik Tembagapura, pada pertengah Februari lalu.

Terlebih, belakangan mereka juga kembali melakukan penyerangan terhadap mobil patroli Polsek Tembagapura.

“Kami sudah mengidentifikasi KKB dari mana yang melakukan penembakan di Tembagapura,” kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Selasa (3/3/2020) dini hari.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan, KKB yang sering berulah di daerah tersebut dipimpin oleh dua kelompok, yaitu pimpinan Gusbi Waker dan Lekagak Telenggen.

Karena itu, pihaknya mengaku akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB tersebut.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved