Pakar Sebut Mayoritas Infeksi Virus Corona Punya Efek Ringan dan Bisa Sembuh Total

Lebih dari 80 persen kasus corona yang terkonfirmasi tidak menyebabkan efek yang berat.

(Xinhua via SCMP)
Seorang relawan komunitas mengecek suhu tubuh seorang perempuan di Paviliun Yellow Crane di Wuhan, China, pada Jumat (7/2/2020). Wabah virus corona yang mewabah di China sejak Desember 2019 dilaporkan telah membunuh 722 orang. 

Selain itu, seseorang bisa saja terinfeksi tetapi tidak menimbulkan gejala apa pun. 

Menurut Dr.Jin, orang yang mengalami gejala Corona ringan secara umum sulit dibedakan dengan orang yang sakit flu biasa atau salesma.

Minta Publik Tak Panik Berlebih soal Virus Corona, Menkes: Kalau Imunitas Baik, Nggak akan Mempan

“Gejalanya bisa sangat ringan, seperti nyeri tenggorokan. Lalu setelah satu dua hari sembuh. Bahkan pada pasien yang ke dokter, gejalanya tidak dikenali karena sangat ringan, seperti flu,” ujarnya.

Dalam penelitian di China, beberapa kasus Corona yang ringan juga menyebabkan pneumonia.

Gejalanya termasuk rasa lelah dan demam tapi tidak tinggi.

Menurut studi terhadap 99 pasien positif Corona di Wuhan ditemukan, mayoritas pasien ke dokter karena mengalami demam dan batuk, dan beberapa mengeluh sesak napas atau nyeri otot.

Memang Covid-19 tidak boleh diremehkan karena pada kasus yang kritis bisa menyebabkan kematian.

Walau begitu, pada infeksi yang ringan, virusnya akan “sembuh sendiri”.

Ini 4 Cara Penularan Virus Corona yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?

“Gejalanya akan hilang sendiri, sama seperti flu atau salesma,” kata Dr.Jin.

Hal tersebut juga berarti bisa saja orang yang sebenarnya terinfeksi corona masih beraktivitas seperti biasa; bepergian, melakukan kontak dekat dengan orang lain, dan menyebarkan virusnya tanpa ada yang tahu.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved