Konflik Keamanan Hambat Proyek Infrastruktur Papua, Wamen PUPR: Kami Lakukan Penanganan Khusus

Menurut Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo, hambatan terberat dalam proses pembangunan di Papua adalah masalah keamanan.

Konflik Keamanan Hambat Proyek Infrastruktur Papua, Wamen PUPR: Kami Lakukan Penanganan Khusus
(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Wamen PUPR, John Wempi Wetipo 

TRIBUNPAPUA.COM - Pembangunan infrastruktur jalan, merupakan upaya meningkatkan konektivitas, membuka daerah terisolasi, dan mengurangi harga barang-barang, terutama di wilayah pegunungan.

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, khususnya pembangunan Jalan Trans Papua, baik di Papua dan Papua Barat, terkendala sejumlah faktor seperti kondisi alam yang masih berupa hutan, pegunungan, dan cuaca.

Tak hanya itu, menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo, hambatan terberat dalam proses pembangunan di Papua adalah masalah keamanan.

Dukung TNI Dilibatkan dalam Penggarapan Trans Papua, MRP: Supaya Pembangunan Cepat Tercapai

"Masalah keamanan yang menghambat operasi pekerjaan yang diharapkan tuntas satu tahun, tidak bisa terjadi. Ini karena terhambat masalah keamanan," ucap Wempi kepada Kompas.com, Jumat (28/2/2020).

Beberapa kasus terjadi selama proses pembangunan, sepeti penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di beberapa wilayah pegunungan Papua.

Pemberitaan Kompas.com 2 Desember 2019 menyebutkan, aksi tersebut membuat tiga titik pekerjaan jalan sepanjang 3 kilometer harus terhenti.

Adapun pekerjaan yang dimaksud adalah pembangunan Jalan Wamena (Kabupaten Jayawijaya) ke Mbua (Kabupaten Nduga), lalu dari Dekai (Kabupaten Yahukimo) ke Kenyam (Kabupaten Nduga), dan dari Ilaga ke Sinak (Kabupaten Puncak Jaya).

Wacana TNI Garap Proyek Trans Papua di Nduga Dinilai Perburuk Konflik: OPM akan Terus Mengganggu

Selain itu, terdapat insiden penyerangan tujuh pekerja PT Modern di Desa Agenggeng pada 15 Maret 2016.

Sejumlah empat pekerja tewas dalam penyerangan tersebut.

Wempi mengungkapkan, salah satu cara untuk mengurangi konflik yang terjadi adalah dengan melibatkan masyarakat serta melakukan sosialisasi mengenai pekejaan tersebut.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved