Pembangunan Trans Papua Tetap Dilanjutkan meski Situasi Keamanan Belum Stabil

Pembangunan 14 paket fisik jalan Trans Papua sempat terganggu karena situasi keamanan di provinsi paling timur Indonesia itu belum stabil sejak Agustu

Pembangunan Trans Papua Tetap Dilanjutkan meski Situasi Keamanan Belum Stabil
(Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Jalan Trans Papua 

TRIBUNPAPUA.COM - Pembangunan 14 paket fisik jalan Trans Papua sempat terganggu karena situasi keamanan di provinsi paling timur Indonesia itu belum stabil sejak Agustus 2019.

"Sejak Agustus 2019 sudah banyak paket pekerjaan kita yang agak macet pelaksanaannya. Dampak dari itu sampai Desember tahun lalu, yang di kota saja yang bisa bekerja," kata Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Osman Marbun di Jayapura, Kamis (5/3/2020).

Padahal, sisa pekerjaan yang belum selesai tak terlalu banyak, sekitar 26,17 kilometer.

Tapi, pengerjaan ruas itu tertunda karena berada di daerah yang kondisi keamanannya belum kondusif.

Konflik Keamanan Hambat Proyek Infrastruktur Papua, Wamen PUPR: Kami Lakukan Penanganan Khusus

BBPJN XVIII bertanggung jawab membangun 2.345 kilometer jalan Trans Papua.

Hingga saat ini, jalan yang telah diaspal mencapai 900 kilometer, sedangkan jalan tanah sepanjang 1.422 kilometer.

"Jadi yang kurang tinggal 26,17 kilometer itu ada di ruas Enarotali-Sugapa (4 kilometer), Ilaga-Sinak (5,5 kilometer) dan Kenyam-Dekai (16,9 kilometer). Kita harapkan tahun ini sudah bisa selesai namun belum kita mulai karena kondisi keamanan," kata Osman.

Ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak iring-iringan truk milik PT Wijaya Karya di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang pada Senin (3/3/2020), juga berdampak terhadap pembanguan di Papua.

Kapolda Papua Duga KKB Coba Masuki Kawasan Freeport, 2 Kelompok Disebut Sudah Bergabung

Aksi itu membuat kegiatan pemeliharaan ruas jalan Dekai-Oksibil dihentikan sementara.

"Untuk pemeliharaan ruas jalan Dekai-Oksibil dihentikan sampai kondisi keamanannya kembali kondusif," kata dia.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved