Sudah Dinyatakan Sembuh, Pria di China Meninggal karena Virus Corona, Mengaku Perutnya Banyak Gas

Seorang pria berusia 36 tahun dilaporkan meninggal di Wuhan, setelah terinfeksi Virus Corona untuk kedua kalinya.

(AFP/HECTOR RETAMAL)
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang pria berusia 36 tahun dilaporkan meninggal di Wuhan, setelah terinfeksi Virus Corona untuk kedua kalinya.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), pria bernama Li Liang itu positif Virus Corona dan masuk rumah sakit pada 12 Februari 2020.

Dia kemudian diperbolehkan pulang dua minggu kemudian, dengan instruksi untuk berada di karantina hotel selama 14 hari.

Langkah Jokowi Turun Tangan Umumkan Pasien Positif Corona Disebut Buat Kepanikan, Istana Buka Suara

Istrinya yang bernama Mei menuturkan, baru dua hari setelah meninggalkan rumah sakit suaminya merasa tidak enak badan.

Mulutnya kering dan perutnya mengandung banyak gas.

Pada Senin (2/3/2020) Li dibawa ke rumah sakit tetapi nyawanya tidak tertolong.

Ia mengembuskan napas terakhirnya di siang hari, beberapa jam setelah dirawat.

Sertifikat kematian yang dikeluarkan Komisi Kesehatan Wuhan mengatakan, penyebab kematian adalah Covid-19.

Menilik Bekas Kamp Vietnam yang Bakal Jadi Lokasi RS Pasien Virus Corona di Pulau Galang

Disebutkan pula terdapat penyumbatan dan kegagalan pernapasan sebagai gejala yang menyebabkan kematiannya.

Harian Shanghai, The Paper, mengabarkan bahwa Rumah Sakit Fangcang (salah satu rumah sakit darurat yang didirikan di Wuhan), pada Rabu (4/3/2020) menerima banyak pasien sembuh yang datang lagi karena penyakitnya kambuh.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved