Cegah Wabah Corona, Pemerintah Sorong Papua Barat Liburkan PAUD hingga SMP Mulai Selasa

Pemerintah kota Sorong, Provinsi Papua Barat, memerintahkan seluruh sekolah agar meliburkan siswa selama dua pekan.

Cegah Wabah Corona, Pemerintah Sorong Papua Barat Liburkan PAUD hingga SMP Mulai Selasa
(Fabian Januarius Kuwado)
Wali Kota Sorong Lambert Jitmau 

TRIBUNPAPUA.COM - Pemerintah kota Sorong, Provinsi Papua Barat, memerintahkan seluruh sekolah mulai dari pendidikan usia dini atau Paud hingga tingkat SMP, baik sekolah swasta maupun sekolah negeri agar meliburkan siswa selama dua pekan.

"Pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran mulai Selasa (17/3/2020) seluruh sekolah mulai dari Paud hingga SMP libur terkecuali siswa yang sedang mengikuti ujian sekolah," kata Wali Kota Sorong Lambert Jitmau di Sorong, Senin.

Dia mengatakan pemerintah daerah hanya mengeluarkan surat edaran bagi sekolah mulai dari Paud hingga SMP karena SMA, SMK, dan perguruan tinggi bukan kewenangan pemerintah kota tetapi kewenangan pemerintah Provinsi Papua Barat.

Meski di Mimika Belum Ada yang Terjangkit Corona, Wakil Bupati Was-was: Kami di Daerah Khawatir

Menurut dia, aktivitas sekolah dihentikan sementara waktu bukan hanya di kota Sorong saja, tetapi hal tersebut dilakukan secara nasional sesuai instruksi Presiden.

Dikatakannya, kebijakan libur sekolah di Kota Sorong tersebut sebagai upaya pemerintah daerah untuk pencegahan penyebaran virus Corona yang saat ini menyebar luas di belahan dunia.

Wali Kota menegaskan pula bahwa kebijakan ini harus didukung dan dijalankan oleh semua pihak yang ada Kota Sorong sebab mencegah lebih baik dari pada mengobati.

"Apabila ada pihak-pihak yang tidak sepakat dengan kebijakan tersebut, pemerintah menganggap bahwa itu hal biasa dan tetap menjalankan kebijakan pencegahan tersebut," ujarnya. 

RS Rujukan di Papua

Jumlah kasus infeksi Virus Corona Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Dengan kondisi ini, masyarakat pun perlu waspada dan mengantisipasi bahaya Virus Corona tersebut.

Terkait dengan penanganan Virus Corona, Kementerian Kesehatan pun telah menyiapkan 132 rumah sakit rujukan di 34 provinsi.

Sebelumnya, jumlah rumah sakit rujukan hanya 100.

Namun, dilakukan penambahan beberapa waktu lalu.

Penambahan rumah sakit rujukan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 169 Tahun 2020 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu yang dikeluarkan pada Selasa (10/3/2020).

 Fatwa MUI Umat di Area Rawan Corona Boleh Tinggalkan Salat Jumat, Ini Penjelasannya

Sebelumnya, penunjukkan rumah sakit rujukan tersebut tercantum pada Keputusan Menteri Kesehataan Nomor 414 Tahun 2017 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Flu Burung.

132 rumah sakit tersebut dinilai telah mampu menangani pasien jika ada yang terkonfirmasi Virus Corona di wilayah cakupannya.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved