Breaking News:

Kapolres Pasuruan Minta Pria yang Sekap dan Lecehkan Siswa SMA Bertobat: Kamu Itu Sakit

Kekejaman Mustofa yang telah menyekap dan menyodomi siswi SMA membuat Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan sampai menggeleng-gelengkan kepala.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(SURYA.co.id/Galih Lintartika)
Tersangka Mustofa alias Musdalifa saat dikeler di Mapolres Pasuruan, Selasa (17/3/2020). 

"Katanya, tepukan tersangka ke punggung korban ini merupakan guna - guna atau hipnotis dan membuat korban tidak sadarkan diri," kata Kasatreskrim saat rilis, Selasa (17/3/2020) siang.

Kasatreskrim menjelaskan, setelah itu, tersangka mengajak korban dan teman korban ke rumahnya di Grati. FHM yang merasa tidak kenal dengan tersangka langsung menolaknya.

Sedangkan korban, kata Kasatreskrim, tidak sadarkan diri dan diduga kuat dibawah pengaruh hipnotis sehingga tidak menolak ajakan tersangka. Setelah itu, tersangka membawa korban ke rumahnya.

Menurut Kasatreskrim, tersangka disekap selama tiga hari di rumahnya.

Dari hasil penyidikan, tersangka menyekap korban sejak 23 Februari sampai 26 Februari 2020.

"Korban disekap tiga hari di rumahnya, sebelumnya akhirnya ditangkap dan kasus ini diungkap sama Satreskrim Polres Pasuruan.

4. Dipenjara 2 kali

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda saat merilis kasus penculikan, penyekapan dan pencabulan
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda saat merilis kasus penculikan, penyekapan dan pencabulan (surya/galih lintartika)

 AKP Adrian Wimbarda menjelaskan, tersangka ini tidak pernah kapok dipenjara. Dari data kepolisian, tersangka ini pernah dipenjara dalam dua kasus yang berbeda.

Pertama, tersangka dipenjara karena kasus togel dan vonis 4 bulan di Lapas Sidoarjo. Kasus itu, tersangka jalani di tahun 2009.

Kedua, tersangka dipenjara karena kasus sodomi atau pelecehan seksual dan vonis 2 tahun di Rutan Bangil. Kasus itu, tersangka jalani di tahun 2017 kemarin.

Sementara untuk kasus terbaru, pihaknya akan menerapkan pasal berlapis. Ia menyebut, unsur penculikan, penyekapan dan pencabulan, semuanya memenuhinya.

"Semuanya memenuhi, jadi kemungkinan akan kami terapkan tiga pasal sekaligus," kata Kasatreskrim, Selasa, (17/3/2020).

Menurut Kasat, di kasus penculikan, pihaknya akan menjerat tersangka dengan pasal 328 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Sedangkan di kasus penyekapan, pihaknya akan menjerat tersangka dengan pasal 333 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara.

Untuk kasus pencabulan, pihaknya akan menjerat tersangka dengan pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

"Ini akan menjadikan tersangka lama di penjara. Mudah - mudahan dia bisa taubat dan menyesali perbuatannya," papar dia.

(Surya.co.id/ Galih Lintartika)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengakuan Pria Pasuruan yang Sekap & Sodomi Siswa SMA Buat Kapolres Murka, 'Kamu Itu Sakit,' Katanya

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved