Jangan Terkecoh, Ini 12 Mitos tentang Virus Corona dari Iklim hingga Penggunaan Antibiotik

Sejak Virus Corona dinyatakan WHO sebagai pandemi global, wabah bernama Covid-19 ini telah membuat sejumlah negara lockdown daerahnya.

Jangan Terkecoh, Ini 12 Mitos tentang Virus Corona dari Iklim hingga Penggunaan Antibiotik
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Sejak Virus Corona dinyatakan WHO sebagai pandemi global, wabah bernama Covid-19 ini telah membuat sejumlah negara lockdown daerahnya.

Seperti halnya Amerika Serikat yang melakukan lockdown di New York dan California untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

Hal ini jelas dilakukan dikarenakan Virus Corona telah tercatat ada 337.722 kasus dan telah membunuh 14.657 orang di seluruh dunia pada Senin (23/3/2020) hari ini.

Sementara itu, pasien sembuh dari Virus Corona di seluruh dunia terdapat 98.892 orang.

Akibat Virus Corona yang semakin masif menyebar di seluruh dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan beberapa klarifikasi terkait dengan misinformasi tentang Virus Corona di tengah masyarakat.

WHO telah mengumpulkan setidaknya 12 mitos tentang Virus Corona, yang telah tersebar di tengah masyarakat.

Berikut Tribunnews rangkum 12 mitos tentang Virus Corona dari laman resmi WHO:

1. Virus Corona Dapat Ditularkan di Daerah dengan Iklim Panas

Dari bukti sejauh ini, Virus Corona atau Covid-19 dapat ditularkan di semua area, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab.

Apa pun iklimnya, lakukan tindakan perlindungan jika Anda tinggal di, atau bepergian ke area yang melaporkan adanya Virus Corona.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved