Breaking News:

Viral Cerita Dokter Kesal Pasien Suspect Corona Tak Jujur dan Nekat, Pasien Lain Terpaksa Dievakuasi

Menteri Kesehatan Malaysia telah mengimbau warga negaranya yang sempat melakukan kontak dengan pasien Covid-19.

(AFP/PAOLO MIRANDA)
Ilustrasi - Sekelompok perawat mengenakan pakaian pelindung diri saat pergantian shift mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Kamis (12/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Kesehatan Malaysia telah mengimbau warga negaranya yang sempat melakukan kontak dengan pasien Covid-19 untuk segera melakukan pemeriksaan dengan tidak menyembunyikan riwayat perjalanannya.

Ketentuan itu termasuk orang-orang yang menghadiri tabligh akbar Masjid Jamek Sri Petaling, di mana beberapa pesertanya dinyatakan positif corona.

Seperti yang dilansir World of Buzz, rupanya ada peserta yang menghadiri acara tersebut, tapi tidak mengakuinya.

Virus Corona Jangkit 2 Warga di Papua, Pemprov Papua Pesan 5.000 Alat Rapid Test

 

ilustrasi tabligh akbar 1
ilustrasi tabligh akbar (Free Malaysia Today)

Hal itu tentu membahayakan petugas medis dan orang lain yang berada di sekitarnya.

Seorang dokter bernama YeeWen Yvonne mengangkat isu itu di media sosial.

YeeWen mengungkapkan kemarahannya atas pasien yang tidak bertanggung jawab itu.

Pasien tersebut sempat berbohong mengenai riwayat perjalannya.

Ia tidak mengakui telah menghadiri tabligh akbar.

Awalnya, YeeWen menceritakan ada seorang pria yang datang ke rumah sakit bersama ayahnya yang lanjut usia.

Sang anak berkata ayahnya mengalami kesulitan bernapas.

Jengkel Warganya Masih Ada yang Sepelekan Corona, Wali Kota Tasikmalaya Keliling Orasi

Dalam sekali lirik, dokter sudah merasa ada yang tak beres dengan pria itu.

Sebab, nafasnya berat, ia juga berkeringat dan tampak pucat.

Dokter pun menanyai riwayat perjalanan pria itu.

Dokter bertanya apakah dia menghadiri tabligh akbar atau ada anggota keluarganya yang pergi ke sana.

Namun pria itu tidak memberikan jawaban yang tegas meski dokter telah bertanya kepadanya berkali-kali.

Setelah dipaksa, pria itu akhirnya mengaku sempat pergi ke tabligh akbar.

Akan tetapi ia masih mengklaim dirinya baik-baik saja dan tak ada yang salah dengannya.

Dokter bertanya-tanya lagi, tapi sang pasien langsung meninggikan suaranya dan berkata ia tidak sakit dan tidak memiliki gejala corona.

Sang dokter kemudian menjelaskan, pasien yang menghadiri tabligh akbar, tidak boleh masuk ke zona aman dokter, di mana dokter tidak sedang memakai alat perlindungan diri untuk menangani pasien Covid-19.

Pasien harusnya menjalani screening pertama dulu sebelumnya.

150 Ribu Kit Test Virus Corona Telah Sampai dan Siap Dibagikan di Indonesia

Pria itu rupanya berbohong pada dokter pertama yang melakukan screening tentang riwayat perjalannya.

Dengan tak ada riwayat perjalanan ke tempat-tempat terindikasi Covid-19, maka pasien itu dinyatakan "bukan suspect."

"Pria itu tidak mengkarantina dirinya sendiri," tulis YeeWen Yvonne dalam akun Facebook-nya.

"Jadi pria yang tak bertanggung jawab ini membawa anaknya dan dia sendiri yang mungkin positif corona ke zona aman dokter."

"Kami sudah bertanya riwayat perjalanannya berkali-kali."

Dokter makin geram saat  tahu pasien itu sudah melakukan screening pada hari sebelumnya dan masih menunggu hasilnya.

Namun bukannya mengarantina diri seperti yang diinstruksikan, pria itu justru pergi ke rumah sakit keesokan harinya.

Kejadian itu membuat kedua pasien itu dikeluarkan dari zona aman karena tak mau mematuhi prosedur.

Ilustrasi petugas medis 1
Ilustrasi petugas medis (Astro Awani)

Semua pasien yang berada di zona itu juga turut dievakuasi.

Zona itu kemudian dibersihkan dan didisinfektasi.

Sementara semua dokter diharuskan membersihkan diri dan mengganti semua pakaiannya.

Per Minggu (22/3/2020), Malaysia Konfirmasi 123 Kasus Baru Covid-19, Kini Total 1.306

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Noor Hisham Abdullah buka suara terkait kasus infeksi Covid-19.

Datuk Seri Dr Noor Hisham Abdullah mengumumkan ada 123 kasus baru dilaporkan pada hari Minggu (22/3/2020).

Sehingga total kasus infeksi covid-19 mencapai 1.306 jiwa.

"Berdasarkan investigasi awal, dari 123 kasus baru dilaporkan hari ini, 74 terkait dengan kelompok yang berkumpul di Masjid Jamek Sri Petaling," ungkap Datuk Sri Dr Noor Hisham Abdullah, dikutip Tribunnews dari Malay Mail.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Noor Hisham Abdullah mengumumkan ada 123 kasus baru dilaporkan pada hari ini (Minggu, 22/3/2020).
Sehingga total kasus infeksi covid-19 mencapai 1.306 jiwa.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Noor Hisham Abdullah mengumumkan ada 123 kasus baru dilaporkan pada hari ini (Minggu, 22/3/2020). Sehingga total kasus infeksi covid-19 mencapai 1.306 jiwa. (Choo Choy May)

Lebih lanjut, ia mengatakan, 48 kasus lainnya terkait dengan kelompok lain.

"Saat ini sedang diselidiki untuk ditentukan," ungkapnya dalam konferensi pers hari ini.

Dr Noor Hisham menyebut, hingga saat ini 25 pasien telah dipulangkan setelah dinyatakan pulih.

Sehingga, total pasien yang dipulangkan menjadi 139 orang.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie/Andari Wulan Nugrahani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Dokter Tangani Pasien Suspect Corona yang Tidak Jujur, Tak Mau Akui Riwayat Perjalanannya

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved