Anak Muda Berpotensi Tularkan Virus Corona ke Manula, Jubir RI: Jangan Keluar Rumah

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyebut, anak muda berpotensi besar pembawa SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19

Anak Muda Berpotensi Tularkan Virus Corona ke Manula, Jubir RI: Jangan Keluar Rumah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Dalam keterangan persnya Achmad Yurianto menyampaikan sebanyak empat orang dinyatakan suspect virus Corona karena telah melakukan kontak langsung dengan warga Depok yang positif sebelumnya dan mengalami gejala-gejala awal seperti Influenza yang kini tengah diobservasi dan menunggu hasil pasti dari pemeriksan laboratorium. 

TRIBUNPAPUA.COM - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyebut, anak muda berpotensi besar sebagai pembawa mikroorganisme SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Sebagai pembawa mikroorganisme, anak muda sangat mungkin menularkannya pada orang tua atau manusia usia lanjut (manula).

Hal ini terjadi ketika anak muda yang positif Covid-19 namun tampak sehat secara langsung maupun tidak membawa Virus tersebut ke lingkungan yang terdapat manula.

Kisah Anggota TNI yang Tunda Pesta Pernikahan karena Corona: Kami Kecewa, Jika Melanggar Tak Baik

“Anak muda yang nampak sehat dalam beberapa kasus justru bisa menjadi pembawa mikroorganisme SARS-CoV-2 kepada golongan manula," kata Yuri melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (24/3/2020).

Yuri mengatakan, penyebaran Corona akan menjadi sangat cepat jika anak muda sebagai pembawa mikroorganisme tidak mengisolasi diri.

Oleh karenanya, ia mengajak siapapun, termasuk yang merasa sehat, agar benar-benar mematuhi imbauan pemerintah untuk lebih banyak tinggal di rumah dengan isolasi mandiri.

"Jangan keluar rumah dan beraktivitas jika benar-benar tidak diperlukan,” ujar Yuri.

Yuri pun kembali mengingatkan bahwa penularan Virus Corona didasari kontak dekat akibat cemaran droplet (percikan ludah) orang sakit kepada orang lain, baik melalui batuk atau bersin.

Riwayat Pasien Positif Corona di Kepri, Pulang dari Jakarta Salat di Masjid hingga Bersepeda

Materi cemaran yang berisi SARS-CoV-2 itu, kata dia, dapat berada di udara (airborne), bahkan tertinggal pada benda mati.

Sehingga penting bagi siapapun untuk menjaga jarak interaksi minimal satu meter.

"Kita ingatkan tetap laksanakan upaya menjaga jarak saat melaksananan kontak sosial, jangan kurang dari satu meter," ujar Yuri.

"Ini penting untuk menghindari kerumunan, pertemuan-pertemuan menghadirkan banyak orang yang memiliki peluang penularan penyakit ini," sambungnya.

(Kompas.com/ Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jubir Pemerintah Sebut Anak Muda Berpotensi Tularkan Virus Corona ke Manula"

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved