Dilema Karyawan yang Harus ke Kantor di Tengah Wabah Corona, Keluarkan Ongkos Lebih Banyak

Meski pemerintah terus mengimbau untuk berkerja di rumah, sejumlah warga masih tetap harus pergi ke kantor sesuai dengan ketentuan perusahaan.

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Warga menggunakan masker setelah turun dari kereta rel listrik di stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. 

"Tapi kalau tetap naik Transjakarta takut juga (tertular Covid-19)," ujar Ina.

Meski telah mengantisipasi kontak dengan orang lain dengan beralih sarana transportasi, ia tetap terpaksa banyak berkomunikasi dengan orang lain selama di kantor.

Pasalnya pekerjaannya sebagai frontliner perusahaan tersebut mengharuskan dirinya tetap bertemu dengan banyak orang.

Hal itu membuat Ina merasa khawatir meski perusahaan telah menetapkan SOP pelayanan selama pandemik Covid-19 seperti pemeriksaan suhu, penggunaan masker dan hand sanitizer.

"Ya akhirnya gue tiap sebentar cuci tangan, terus males pakai toilet kantor, bahkan mau makan pun jadi was-was," ucap Ina.

Tapi Ina tak punya pilihan lain untuk tetap bekerja sesuai dengan kebijakan kantor karena ia harus tetap membiayai dirinya sendiri meski ada dan tidak adanya Covid-19 ini.

Anak Muda Berpotensi Tularkan Virus Corona ke Manula, Jubir RI: Jangan Keluar Rumah

Sebelumya, juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengumumkan ada 579 kasus pasien yang positif Covid-19 hingga Senin (23/3/2020).

"Ada penambahan 65 kasus baru pasien positif Covid-19 hingga hari ini. Sehingga total ada 579 kasus pasien positif Covid-19 hingga saat ini," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin sore.

Berdasarkan data perkembangan hingga pukul 12.00 WIB hari ini, sebanyak 353 kasus dari 579 kasus positif Covid-19 tercatat berada di DKI Jakarta.

Angka ini bertambah 44 dari 309 pasien berdasarkan update data resmi Minggu (22/3/2020) pukul 12.00 WIB.

(Kompas.com/  Jimmy Ramadhan Azhari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dilema Karyawan yang Masih Ngantor, Ongkos Ojol Mahal tetapi Khawatir Kena Corona di Transportasi Umum"

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved