Meski Corona Mewabah, DPRD Tetap Gelar Pemilihan Wagub DKI: Bukan Mau Pesta, Pak Anies Butuh Wakil

Jakarta alami peningkatan kasus pasien yang positif terinfeksi Virus Corona atau Covid-19.

(KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA)
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (paling kiri) saat memarahi Kadisbud DKI Iwan Wardhana di Komisi E, Gedung DPRD DKI, Rabu (19/2/2020) 

Tapi hal itu tak lagi jadi pertimbangan karena prioritas DPRD saat ini adalah hadirnya partner bagi Gubernur Anies Baswedan untuk menghadapi wabah Virus Corona.

"Jadi permintaan mayoritas fraksi minta ke pimpinan soal pemilihan, pimpinan menyampaikan ke Panlih, dengan situasi seperti ini gubernur perlu pendamping," jelas dia.

Jika benar paripurna pemilihan wagub DKI digelar Jumat besok, artinya penundaan hanya bertahan selama 4 hari. Mengingat sebelumnya DPRD DKI menunda proses yang mulanya digelar Senin (23/3/2020) kemarin.

Baco mengaku sudah mendapat surat keputusan dari Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Keputusan penjadwalan ulang voting wagub akan diambil dalam rapat Badan Musyawarah pada Kamis (26/3/2020) besok.

"Sudah ada (surat pimpinan), kita mau Bamus-kan hari Kamis," ujar Baco. Sebelumnya DPRD DKI Jakarta menunda paripurna pemilihan wagub karena pertimbangan kondisi ibu kota saat ini.

Keputusan penundaan tertuang dalam surat yang ditandatangani Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Jumat (20/3/2020).

Prasetyo menilai situasi saat ini tergolong sebagai kejadian luar biasa, sehingga perlu menyikapinya dengan pertimbangan keselamatan kesehatan.

"Saya putuskan untuk ditunda sementara karena melihat situasi yang tidak memungkinkan. Kita bersama prihatin dan harus memahami bahwa kejadian ini luar biasa," ungkap Prasetio.

Namun kini sikap tersebut berubah. DPRD DKI kini bakal menghelat pemiliham wagub di tengah penularan Virus asal Wuhan, China itu di Jakarta.

Permintaan mayoritas fraksi

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved