Pemilihan Wagub DKI Tetap Digelar di Tengah Wabah Corona, Pengamat: Memungkinkan Money Politics

Di tengah penanganan wabah Virus Corona, agenda pemilihan wakil gubernur DKI tetap akan digelar DPRD DKI Jakarta.

Pemilihan Wagub DKI Tetap Digelar di Tengah Wabah Corona, Pengamat: Memungkinkan Money Politics
Riski Cahyadi/Tribun Medan
Petugas medis berada di dalam ruangan infeksius Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/3/2020) 

TRIBUNPAPUA.COM -  Di tengah penanganan wabah Virus Corona, agenda pemilihan wakil gubernur DKI tetap akan digelar DPRD DKI Jakarta.

Hal demikian patut dipertanyakan karena saat ini pemerintah maupun publik sedang fokus mengatasi penularan Virus asal Wuhan, China itu.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun menilai, DPRD DKI Jakarta diduga memanfaatkan momentum kekosongan pengawasan oleh publik saat konsentrasi masyarakat Jakarta terfokus pada upaya penanganan Virus Corona.

"Publik sedang fokus dengan Covid-19. Kan pemilihan wakil gubernur di DPRD DKI itu berdasarkan data pada pola-pola lama di masa Orde Baru, itu memungkinkan terjadinya money politics atau politik transaksional," kata Ubedilah saat dihubungi, Rabu (25/3/2020).

"Nah saat ini pertanyaannya, siapa yang mengawasi proses itu?" tegas dia. 

Padahal, rencana tim Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI berseberangan dengan Instruksi Presiden Joko Widodo dan seruan Gubernur Anies Baswedan yang melarang kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus berupaya menerapkan social distancing seperti membatasi transportasi, perusahaan diminta tak beraktivitas di kantor, menyetop operasional hiburan hingga tempat wisata.

Bahkan pejabat setingkat menteri melakukan rapat terbatas melalui video teleconference yang diambil dari kediaman masing - masing.

"Ini juga menunjukkan DPRD DKI tidak mengindahkan perintah Presiden Joko Widodo dan upaya serius Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani kasus COVID-19 ini," ungkap Ubedilah.

"Jadi mengabaikan kebijakan nasional dan kebijakan daerah yang diarahkan semuanya untuk melakukan social distancing," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI Basri Baco mengatakan bakal menggelar rapat paripurna pemilihan wakil gubernur pada Jumat (27/3) pukul 13.00 WIB.

Keputusan ini kata dia didasari pada suara mayoritas fraksi yang sepakat tidak lagi menunda proses final tersebut.

Di sisi lain, Baco mengklaim dalam situasi dan kondisi Jakarta saat ini Gubernur Anies Baswedan perlu pendamping untuk membantu pekerjaan mengatasi penularan Virus Corona.

"Jadi permintaan mayoritas fraksi minta ke pimpinan soal pemilihan, pimpinan menyampaikan ke Panlih, dengan situasi seperti ini gubernur perlu pendamping," jelas dia.

(Tribunnews.com/ Danang Triatmojo)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemilihan Wagub DKI Tetap Digelar, Pengamat: DPRD Manfaatkan Kosongnya Pengawasan Publik

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved