14 Persen Pasien Corona yang Sembuh di Wuhan Masih Positif, Dokter: Mungkin Hasil Tes Salah

Dokter di Wuhan mengungkapkan, hingga 14 persen dari pasien Virus Corona yang pulih di China setelah dites lagi ternyata masih positif COVID-19.

14 Persen Pasien Corona yang Sembuh di Wuhan Masih Positif, Dokter: Mungkin Hasil Tes Salah
AFP/ANDREAS SOLARO
Ilustrasi - Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. Wabah Virus Corona di Italia Makin Parah, Orang Berusia 80 ke Atas akan Dibiarkan Mati jika Kondisinya Kritis 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter di Wuhan mengungkapkan, hingga 14 persen dari pasien Virus Corona yang pulih di China setelah dites lagi ternyata masih positif COVID-19.

Para ahli bertanya-tanya apakah tes asam nukleat dapat diandalkan untuk mendeteksi jejak Virus Corona dan hasilnya 3-14 persen dinyatakan positif setelah pemulihan.

Para petugas medis mengatakan bahwa sangat penting untuk memantau para pasien bila diizinkan.

Dikutip dari dailmail.co.uk, Kamis (26/3/2020) kabar ini datang ketika para ahli khawatir bahwa Cina menghadapi wabah kedua karena meningkatnya jumlah kasus impor serta orang yang tidak menunjukkan gejala.

Jutaan penduduk Hubei, bekas pusat pandemi, kini dapat meninggalkan provinsi itu setelah para pejabat mencabut lockdown selama beberapa bulan.

Dokter di satu rumah sakit di Wuhan menemukan bahwa lima dari 147 pasien dalam sebuah penelitian dites hasilnya positif lagi setelah pemulihan.

Hal itu dikatakan Wang Wei, direktur Rumah Sakit Tongji kota lewat teleconference.

Sementara itu, 14 persen dari mereka yang pulih didiagnosis dengan patogen kemudian di Provinsi Guangdong Cina selatan, kata Song Tie, wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit provinsi.

Dalam studi yang dilakukan oleh petugas medis Wuhan, pasien yang pulih tidak menunjukkan gejala setelah tes positif lagi.

Tetapi para peneliti tidak menemukan bukti bahwa mereka menjadi sumber infeksi setelah pemulihan karena anggota keluarga mereka semuanya dinyatakan negatif.

Pejabat Guangdong juga menyarankan orang-orang yang berhubungan dekat dengan pasien yang sudah pulih tidak terinfeksi oleh mereka.

Para ahli medis telah mengajukan pertanyaan tentang apakah tes asam nukleat dapat diandalkan dalam mendeteksi jejak virus pada beberapa pasien yang pulih.

"Mungkin saja pasien yang pulih ini dinyatakan negatif sebelumnya karena hasil yang salah," tambah Wang.

"Keakuratan uji asam nukleat adalah 30 hingga 50 persen," tambah Wang.

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved