73 Tim Medis di Malaysia Positif Corona, 47 di Antaranya Pernah Hadiri Pesta Pernikahan Bersama

Setidaknya ada 73 anggota medis yang dinyatakan positif Virus Corona atau Covid-19, 47 di antaranya terlacak sempat menghadiri pesta pernikahan.

73 Tim Medis di Malaysia Positif Corona, 47 di Antaranya Pernah Hadiri Pesta Pernikahan Bersama
AFP/ANDREAS SOLARO
Ilustrasi - Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. Wabah Virus Corona di Italia Makin Parah, Orang Berusia 80 ke Atas akan Dibiarkan Mati jika Kondisinya Kritis 

TRIBUNPAPUA.COM - Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah mengumumkan pada Rabu (25/3/2020) bahwa setidaknya ada 73 anggota medis yang dinyatakan positif Virus Corona atau Covid-19, Malaysiakini dan New Straits Times melaporkan.

Dari 73 tim medis tersebut, 47 di antaranya terlacak sempat menghadiri pesta pernikahan.

Di acara pesta pernikahan itu, beberapa tamu undangan diketahui merupakan peserta tabligh akbar di Sri Petaling yang digelar pada akhir Februari-awal Maret lalu, di mana sekitar 986 dari 12 ribu pesertanya dinyatakan positif Corona.

Dalam keterangannya, Dr Noor Hisham Abdullah mengungkapkan:

"Petugas kesehatan atau 'pejuang garis depan' didesak untuk memberi tahu kepala departemen masing-masing jika mereka telah melakukan kontak dekat dengan salah satu peserta yang menghadiri pertemuan (tabligh akbar) di Sri Petaling atau pernikahan di Bangi pada 6 Maret atau pernikahan di Putrajaya pada 7 Maret."

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah (Malay Mail)

Selain 47 orang petugas medis yang sempat menghadiri pernikahan, sisanya ialah petugas medis yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, atau sempat berhubungan dengan pasien Covid-19 yang bukan dari tabligh akbar.

Menurut Dr Noor Hisham Abdullah, resepsi pernikahan itu diadakan untuk dokter dan perawat, yang menyebabkan banyak staf medis diundang untuk hadir.

"Setelah mereka kembali, barulah terdeteksi bahwa banyak yang positif untuk Covid-19 di Kota Bharu, Teluk Intan, dan semacamnya," ujar Dr Noor Hisham.

Orang-orang, yang memakai masker sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus novel COVID-19, tiba di pos pemeriksaan Woodlands di Singapura pada 17 Maret 2020, dari seberang jalan lintas negara bagian selatan Malaysia, Johor.
Orang-orang, yang memakai masker sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus novel COVID-19, tiba di pos pemeriksaan Woodlands di Singapura pada 17 Maret 2020, dari seberang jalan lintas negara bagian selatan Malaysia, Johor. (Catherine LAI / AFP)

Karena lonjakan tiba-tiba dalam tes staf medis yang positif ini, Kementerian Kesehatan harus mendelegasikan kembali staf layanan kesehatan dari departemen dan rumah sakit lain untuk menutupi kekurangan tenaga kerja di rumah sakit yang terkena dampak.

Rumah sakit yang kini kekurangan petugas medis yaitu Rumah Sakit Teluk Intan, Rumah Sakit Putrajaya, Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II, Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah, dan Rumah Sakit Selayang.

Halaman
123
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved