Virus Corona

Said Didu Tanggapi Keinginan Prabowo untuk Lockdown: Sudah Mulai Muncul Akal Sehat di Kabinet

Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu menanggapi kabar yang menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menginginkan diberlakukannya lockdown.

Twitter @msaid_didu
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu 

TRIBUNPAPUA.COM - Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu menanggapi kabar yang menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menginginkan diberlakukannya lockdown.

Hal itu disampaikan Said Didu saat diwawancari oleh Konsultan Politik dan Media, Hersubeno Arief yang tayang di Youtubenya MSD, Sabtu (28/3/2020).

Awalnya bermula ketika Hersubeno Arief menyebut Prabowo Subianto sebenarnya menginginkan adanya lockdown dalam situasi pandemi Virus Corona di Indonesia.

Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu memberikan tanggapan terkait kabar menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menginginkan diberlakukannya lockdown.
Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu memberikan tanggapan terkait kabar menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menginginkan diberlakukannya lockdown. (Youtube/MSD)

 

Keinginan Prabowo tersebut disampaikan oleh ajudannya, yakni Dhani Wirianata beberapa hari yang lalu dalam akun Instagram pribadinya @dhaniwirianata, Sabtu (21/3/2020).

Sempat Tolak Pemakaman Korban Corona, Warga Sawahan Depok: Kenapa Orang Cimanggis Dimakamin di Sini?

 

Sementara itu, seperti yang diketahui, dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tidak akan dan belum memikirkan terkait rencana lockdown.

Hal itu membuat Hersubeno Arief menyebut adanya ketidakkekompakan dalam Kabinet Indonesia Maju.

Dirinya juga sedikit menyingung perbedaan pernyataan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Dikatakannya, Sri Mulyani meminta pemerintah mempertimbangkan pembangunan Ibu Kota Baru di tengah pandemi Virus Corona yang tentu berdampak pada laju ekonomi.

Sedangkan di sisi lain, Luhut tetap ngotot pemindahan tersebut tetap berlangsung.

Ridwan Kamil Potong Gaji 4 Bulan Pejabatnya dan ASN Jawa Barat, Dialihkan untuk Tangani Corona

"Perbedaan statement dari Sri Mulyani kemudian Luhut, apalagi ditambah bocoran perbicangan Pak Prabowo dengan ajudannya yang bahwa sebenarnya yang paling tepat adalah lockdown," tanya Hersubeno Arief.

"Ini kan menujukan sebenarnya manajemen di kabinet sudah acakadut," sebutnya.

Menanggapi hal itu, Said Didu justru menilai hal tersebut positif.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved