Virus Corona

Sebut Pasien Corona Banyak Tak Terdeteksi di DKI, Anies Baswedan: Yang Tes Sedikit, Positif Sedikit

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan kasus di Virus Corona (Covid-19) di Ibu Kota berada dalam situasi yang mengkhawatirkan.

(YouTube Najwa Shihab)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam tayangan Mata Najwa, Rabu (18/3/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan kasus di Virus Corona (Covid-19) di Ibu Kota berada dalam situasi yang mengkhawatirkan.

Laporan ini disampaikan Anies saat melakukan teleconference dengan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Kamis (2/4/2020).

Dikutip dari YouTube Kompastv, Kamis (2/4/2020), awalnya Anies menunjukkan jumlah warga Jakarta yang dikubur dengan menggunakan protokol penguburan jenazah Covid-19, yakni menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, serta jenazah dibungkus plastik.

grafik angka pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 terus naik
Grafik angka pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 terus naik (KompasTV)

Ditunjukkan oleh Anies, bahwa angka pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 terus naik.

Anies mengatakan apabila melihat kasus-kasus di tempat lain, kasus positif Covid-19 terlihat kecil karena terlambatnya hasil tes laboratorium.

"Bila kita melihat dari pelajaran di tempat lain, kasus yang confirm selalu lebih kecil jumlahnya, dibanding yang senyatanya, biasanya setelah satu bulan kemudian kita baru tahu," ujarnya.

Pratikno Revisi Ucapan Fadjroel Rachman soal Mudik saat Wabah Corona: Yang Benar Tak Perlu Mudik

Anies kemudian menggambarkan prediksi besaran kasus positif Covid-19 melalui angka kematian pasien.

"Kalau kita proyeksikan misalnya kita kembali menggunakan angka tadi," katanya.

"Misalnya saat ini sudah ada 400 orang yang meninggal, sebut lah tingkat kematiannya adalah 10 persen, maka proyeksi kita yang saat ini sudah ada itu empat ribu kasus."

"Bila yang meninggal lima persen, artinya kita ada delapan ribu kasus," sambung Anies.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved