Breaking News:

Virus Corona

Daftar Napi Korupsi yang Berpeluang Bebas karena Wabah Corona Menurut Data ICW, Ada Setya Novanto

Kementerian Hukum dan HAM berencana membebaskan napi korupsi untuk mencegah penularan Virus Corona

Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terpidana kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto menjalani sidang peninjauan kembali (PK) di gedung Tipikor, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Mantan Ketua DPR tersebut mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) dalam perkara korupsi pengadaan KTP Elektronik. 

TRIBUNPAPUA.COM - Kementerian Hukum dan HAM berencana membebaskan napi korupsi untuk mencegah penularan Virus Corona.

Hal tersebut tertuang dalam wacana revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012.

Menanggapi hal itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis daftar terpidana kasus korupsi yang berpeluang bebas, apabila wacana Menkumham Yasonna Laoly itu terwujud.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan, nama-nama koruptor di daftar tersebut merupakan para koruptor yang memenuhi salah satu syarat asimiliasi yang diajukan Yasonna yakni berusia di atas 60 tahun.

Dalam daftar yang diterima Kompas.com, terdapat banyak nama kondang, salah satunya adalah mantan Ketua DPR, Setya Novanto yang merupakan terdakwa kasus korupsi proyek KTP elektronik.

Yasonna Ingin Bebaskan Napi Koruptor karena Corona, Mahfud MD: Sebenarnya Lapasnya Luas

Setnov yang berusia 64 tahun itu berpeluang menghirup udara bebas lebih cepat meskipun dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada 2018 lalu.

Narapidana korupsi dengan usia tertua dalam daftar yang dirilis ICW ialah pengacara kondang, OC Kaligis yang berusia 77 tahun.

Kaligis yang merupakan terpidana kasus suap tersebut berpeluang bebas lebih cepat walau hakim memberi vonis tujuh tahun penjara pada 2015.

Kurnia mengatakan, daftar yang dirilis ini baru sebagian dari seluruh napi korupsi yang berpotensi bebas karena ICW hanya mencatat para terpidana yang tergolong "high-profile".

"Sisanya masih banyak tapi datanya sulit didapatkan," ujar Kurnia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved