ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Pengakuan Okun Pelatih Pramuka Bunuh Siswi SMP di Hutan, Mengawasi hingga Rela Kerja Tak Dibayar

Pelaku Aldi Sukma Wijaya (19) mengungkapkan motifnya membunuh siswi SMP di Semindangaji OKU Sumatera Selatan.

Editor: mohamad yoenus
LENI JUWITA (tribunSumsel)
Aldi Sukma Wijaya (19) mengungkapkan motifnya membunuh siswi SMP di Semindangaji OKU Sumatera Selatan. 

TRIBUNPAPUA.COM - Pelaku Aldi Sukma Wijaya (19) mengungkapkan motifnya membunuh siswi SMP di Semindangaji OKU Sumatera Selatan.

Dalam pengakuannya pelaku yang biasanya membantu jadi pembina pramuka tak resmi di sekolah itu, mengaku sudah lama jatuh hati pada korban.

“Sejak pertama kali melihatnya saya naksir, tapi korban sulit didekati,” kata pelaku.

Tersangka bisa leluasa memperhatikan korban karena rumah tersangka dekat dengan sekolah tempat korban menuntut ilmu.

R (13) rajin dan pendiam ini sudah lama mencuri hati pelaku.

Kebetulan korban senang mengikuti ekskul Pramuka, kesempatan itu tidak disia-siakan pelaku.

Siswi SMP Dijebak dan Dibunuh dengan Sadis, Orangtua Korban Sempat Curiga Menunggu di Kantin Sekolah

Pria bertubuh kurus dan kecil ini mengatur siasat dan menawarkan diri jadi pelatih pramuka di sekolah itu.

Aldy Sukma Wijaya (19) pun mulai aktif dan sering bantu-bantu setiap ada latihan Pramuka.

Meskipun tidak mendapat SK dan tidak dibayar honor, Aldy Sukma Wijaya (19) dengan senang hati menawarkan diri untuk ikut bantu-bantu setiap latihan Pramuka yang diikuti oleh korban.

Namun tersangka mengaku sampai pada hari kejadian itu, dia dan korban tidak ada hubungan asmara.

Korban memang warga kampung tetangga (Desa Tubohan) Kecamatan Semidangaji yang bersekolah di SMPN di kampung pelaku.

Terpisah Kepala Sekolah SMPN di Semidangaji, Sugiri SPdI mengatakan siswa yang bersekolah di tersebut memang muridnya rata-rata pendiam.

Selama di sekolah para guru senantiasa menjaga siswanya.

”Sedih nian bu, padahal kami selalu mengawasi murid kami.  Nah kejadian pas sekolah diliburkan karena wabah corona ini,” kata Kepsek.

Menurut Sugiri, sejak tanggal 22 Maret sekolah dan semua kegiatan diliburkan, kemudian ada perpanjangan belajar di rumah juga disampaikan kepada siswa bahwa tidak ada kegiatan di sekolah selama libur.

Dokter di Italia Dibunuh karena Dituding Tularkan Virus Corona, Lihat Unggahan Terakhirnya di Medsos

Sugiri kembali menegaskan bahwa tersangka bukan pelatih resmi Pramuka, namun sejak enam bulan terakhir ini pelaku terlihat sering berinisiatif bantu-bantu melatih Pramuka walaupun sekolah tidak memberikan honor.

Polisi mengamankan sedikitnya 18 barang bukti dalam kasus pembunuhan disertai pemerkosaan yang menimpa belajar SMP di Kecamatan Semidangaji Kabupaten OKU.

Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH didampingi Kasat Reskrim Polres OKU AKP Wahyu Setyo Pranoto SH SIK yang di konfirmasi Sabtu (4/4/2020) menjelaskan tersangka Aldi Sukma Wijaya (19) sudah diamankan polisi 2 jam Setelah kejadian.

Polisi sudah mengamankan barang bukti-1 (satu) Batang kayu bulat panjang ± 80 Cm , 1 (satu) Buah topi pramuka, dua helai dasi pramuka warna merah putih, dan sejumlah barang korban.

Tersangka dikenakan pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP.

Warga di Lampung Barat Ini Gotong Royong Gali Makam, untuk Pasien Positif Corona yang Meninggal

Firasat Orangtua

Pembunuhan disertai pemerkosaan keji terjadi di Semindang AJi Kabupaten OKU Sumatera Selatan.

Seorang siswi berusia 13 tahun dianiaya diperkosa dan dibunuh oleh seorang pemuda yang belakangan diketahui sebagai pembina pramuka tak resmi di sekolahnya.

Kesedihan mendalam dirasakan keluarga korba. Sebelumnya bahkan sudaha da firasat buruk yang dirasakan keluarga.

Sebelum R (13) beretemu pelaku, orangtua korban sudah ada firasat buruk. Keluarga mengetahui puterinya dapat pesan via aplikasi messenger Facebook pada hari Kamis (2/4/2020) malam.

Pesan tersebut terbaca oleh salah seorang kakak perempuan korban dan menginformasikan kepada orang tuanya.

Isi messenger tersebut memberitahukan kepada korban agar datang esok hari (Jumat 3 April 2020) ke sekolah untuk latihan pramuka sekira pukul 09.00.

Lokasi Pembunuhan

Padahal sebenarnya pelaku bukan pelatih pramuka yang resmi, hanya sering bantu-bantu saja.

Karena ada perasan yang agak mencurigakan itu, orangtua korban semakian khawatir.

Lalu ayah korban mengajak isterinya mengantar puterinya ke Sekolah di SMPN di Kecamatan Semidangaji.

Husin sempat bertanya kepada penjaga sekolah apakah hari itu ada kegiatan sekolah, lalu dijawab oleh penjaga sekolah tidak ada kegiatan karena sekolah diliburkan dampak corona virus (Covid-19).

“Hari ini mau bersih-bersih akan dilakukan penyemprotan disinfektan," terang penjaga sekolah saat itu.

Mendengar jawaban dari penjaga sekolah itu, orangtua korban semakin khawatir dengan keselamatan puterinya, untuk itulah kedua orangtua sengaja menunggu di kantin sekolah.

 Breaking News: Pemuda di Baturaja Perkosa dan Bunuh Bocah di Belakang Sekolah, Tubuh Ditusuki Kayu

Setelah cukup lama menunggu dan mencari di sekitar lapangan sekolah, orangtua korban lalu melapor ke Kepala Desa Tebingkampung bernama Nuriman.

Bersama Kades dan masyarakat setempat lalu melakukan pencarian.

Kebetulan saat itu ada petugas yang sedang melakukan penyemprotan di sekolah, saat itu ada juga anggota Polsek Semidangaji Brigadir Setiabudi yang juga Babinkamtibmas sedang ikut melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah.
Kemudian Babimkamtibmas bersama masyarakat melakukan pencarian, didapat infromasi korban berpakaian pramuka bertemu dengan pelaku berjalan menuju lapangan.

Polisi lalu mencari orang yang terlihat terakhir bersama korban adalah Aldy Sukma Wijaya (19), kemudian dicarilah pelaku dan dibawa ke rumah kades.

Namun pelaku bersikukuh menyangkal dan mengaku tiak tahu keberadaan korban.

Selanjutnya pelaku dibawa ke kantor polisi, barulah tersangka mengakui perbuatannya.

Sementara itu, masyarakat bersama poilsi ramai-ramai mencari korban, akhirnya korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan kondisi yang sangat menggenaskan.

Selanjutnya bersama polisi dilakukan evakuasi korban dan dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan visum eet repertum.

Kemudian jenazah korban dibawa ke kampung halamannya di Desa Tubohan Kecamatan Semidangaji Kabupaten OKU untuk dimakamkan.

Ilustrasi pelecehan seksual
Ilustrasi pelecehan seksual (Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Pengakuan Tersangka

Aldy Sukma Wijaya yang juga pelatih pramuka tidak resmi memanggil korban melalui chat messenger untuk datang kesekolah dan berpura-pura akan melatih korban sebagai ketua regu.

Pelaku meminta korban datang sendirian, pelajar kelas I SMP yang masih polos langsung permisi kepada orangtuanya, lalu dianatar oleh ayah dan ibu korban.

Setelah sampai disekolah, korban menuju aula yang berada di belakang sekolah, tidak lama kemudian datang pelaku yang mengajak korban menuju lapangan olah raga.

Sampai di lapangan olah raga, korban diminta berbalik membelakangi pelaku.

Setelah korban berbalik badan, pelaku mengambil kayu dan memukul bagian belakang kepala korban sebanyak dua kali.

Mendapat pukulan di kepala, korban terjatuh dan pingsan, lalu pelaku mengangkat korban dan membawanya ke dalam hutan dan mengikat korban dengan tali rapia.

Pelaku juga mengikat mata korban dengan dasi pramuka dan juga menyumbat mulut korban dengan kaus kaki.

Menurut informasi, tersangka lalu memukul korban hingga lemas lalu melakukan tindak pelecehan.

Korban juga dipukul kembali hingga tewas.

Satpol PP Gerebek Pasangan Bukan Suami Istri, tengah Isolasi Diri di Kosan

Setelah itu tersangka merapikan baju korban dan menutupi dengan daun-daun yang berada di sekitar tempat kejadian, dan pergi meninggalkan korban tersebut.

Kasus hilangnya korban itu dilaporkan kepolisi, petugas bergerak cepat mencari tersangka, hari itu juga tepatnya pukul 11.45 atau tidak sampai 3 jam dari kejadian pelaku berhasil diringkus oleh anggota Polres OKU di rumahnya Desa Tebing Kampung Kecamatan Semidangaji.

Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyu Setyo Pranoto SH SIK yang dikonfirmasi Sabtu (4/4/2020) memebanrkan kejadian tersebut. (TribunSumsel.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Pengakuan Menjijikkan Pembunuh Pemerkosa Siswa SMP OKU: Muslihat Sukarela Jadi Pelatih Pramuka

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved