Breaking News:

Virus Corona

Cerita Pasien Corona yang Sembuh di Sumbar, Terharu Disemangati Tenaga Medis hingga Cleaning Service

Seorang pasien sembuh dari Virus Corona, Aswilliarti (44) menceritakan perjuangannya melawan Covid-19.

(Tribun-Video/Buyung Haryo)
ILUSTRASI Virus Corona 

"Ini mungkin karena daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh kuat, bisa terhindar," kata Willy yang juga Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pesisir Selatan itu.

76 Pegawai RSUD Purwodadi Jalani Rapid Test setelah 1 Pasien Positif Corona Bohong saat Diperiksa

Kondisi Kesehatan Terus Menurun

Setelah mengikuti pelatihan di Padang itu, kondisi Willy terus menurun. Ia demam, batuk, dan sesak napas.

Awalnya dikira demam biasa dan sesak napas karena asma yang dideritanya.

Namun ternyata lama-lama makin parah sehingga Willy konsultasi dengan saudaranya Andani Eka Putra yang merupakan dokter.

Willy disarankan untuk diperiksa ke rumah sakit. Kemudian pada 23 Maret, Willy memeriksakan diri ke RSUD M Zein Pesisir Selatan.

"Hasil rontgen menemukan adanya bercak putih di paru-paru. Saya telepon kakak saya dokter Andani. Saya dicurigai Covid-19 dan dirujuk ke RSUP M Djamil Padang," jelas Willy.

Willy syok mendapatkan kabar itu. Apalagi, dirinya harus menunggu hasil laboratorium dalam beberapa hari.

"Setelah hasil tes keluar ternyata positif, dunia seperti berputar. Teringat suami, anak-anak dan orang-orang yang telah kontak dengan saya," kata Willy.

Sampai akhirnya beredar kabar Willy sudah meninggal.

Willy menjadikan kabar itu sebagai motivasi untuk mengalahkan Covid-19.

Disemangati Perawat dan Cleaning Service

Selama dirawat di ruang isolasi, Willy memasang tekad kuat untuk sembuh.

Ia pun mengganti nomor ponselnya agar bisa berkonsentrasi menjalani perawatan.

"Karena saya anggap mengganggu, akhirnya saya ganti nomor handphone baru. Hanya keluarga dekat yang tahu," jelas Willy.

Pengemudi Ojol Cerita Penghasilannya Turun Drastis Selama Wabah Corona: Dapat Rp 50 Ribu Itu Lumayan

Willy pun rajin meminum obat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Para perawat yang mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti astronot selalu menyemangatinya dan menghiburnya.

"Bahkan seorang cleaning service yang masuk membersihkan ruangan memberikan saya semangat untuk sembuh."

"Saya terharu, ternyata orang yang belum saya kenal dekat memberikan semangat," kata Willy.

Willy pun sempat mendapat dukungan moril dari Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dan istrinya Lisda Hendrajoni.

"Saya video call sama Pak Bupati dan istrinya. Mereka memberikan semangat. Semangat-semangat itulah yang membuat saya terus termotivasi," jelas Willy.

Semangat ingin sembuh itu, ternyata berpengaruh banyak pada dirinya.

Kondisi Willy semakin membaik. Sampai akhirnya Willy menjalani tes swab kembali.

"Pada Jumat 3 April lalu saya jalani tes swab dan hasilnya negatif. Kemudian Senin kembali jalani tes dan hasilnya tetap negatif sehingga saya diperbolehkan pulang," kata Willy.

Terima kasih dokter dan perawat

ASN Dinkes Pesisir Selatan itu paham bisa sembuh karena banyak pihak yang menyemangatinya, seperti dokter dan perawat.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para tenaga medis yang telah berjuang.

"Terima kasih kepada seluruh dokter dan perawat yang telah merawat saya," kata Willy.

Pengorbanan dokter dan perawat yang tidak takut tertular membuat dirinya mengucapkan terima kasih tak terhingga.

"Saya sangat paham garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini adalah dokter dan perawat. Mereka pantas diberi apresiasi," kata Willy.

Willy mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah menyebarkan isu dirinya meninggal.

Kabar itu, kata dia, menjadi penyemangat dan kebangkitan dirinya untuk sembuh. (Kompas.com/Perdana Putra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perjuangan Pasien Positif Corona di Sumbar, Dikabarkan Meninggal dan Disemangati Cleaning Service"

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved