Breaking News:

Virus Corona

PDP Corona di Samarinda Tolak Diisolasi, Ngamuk dan Ancam Perawat dengan Pecahan Kaca

Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Virus Corona mengamuk lantaran mau diisolasi.

(Tribun-Video/Buyung Haryo)
ILUSTRASI Virus Corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Virus Corona mengamuk lantaran mau diisolasi.

Pasien berinisial N (57) itu bahkan mendobrak pintu kamar isolasi RSUD Wahab Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (10/4/2020).

Tak hanya itu, ia juga memecahkan jendala dan mengambil pecahan kacanya untuk mengancam perawat.

Ruang isolasi Tulip bagi pasien Covid-19 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (27/1/2020).
Ruang isolasi Tulip bagi pasien Covid-19 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (27/1/2020). (KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON)

“Dia (pasien) juga mengancam perawat pakai pecahan kaca,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Samarinda, Osa Rafshodia saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/4/2020).

Dinilai mengancam keselamatan tenaga medis, pihak rumah sakit memanggil petugas Kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda untuk mengamankan situasi.

Setelah dibujuk, pasien ini akhirnya dapat ditenangkan.

Cerita Pasien Corona yang Sembuh di Sumbar, Terharu Disemangati Tenaga Medis hingga Cleaning Service

Karena penolakan itu, pasien klaster Ijtima Ulama Gowa ini akhirnya dipulangkan.

Namun, pasien ini wajib mengisolasi diri di rumahnya.

“Dia kita berlakukan karantina wilayah selama 30 hari, dipulangkan tim dinkes bersama BPBD, Kepolisian,” ujar Osa.

Osa menjelaskan, pasien tersebut diisolasi di rumah sakit pada 8 April setelah dinyatakan hasil rapid testnya reaktif Virus Corona.

Petugas medis kemudian membawa pasien ini menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie guna mendapat perawatan medis. (Kompas.com/Zakarias Demon Daton)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tolak Diisolasi, PDP Covid-19 Ngamuk, Dobrak Pintu, Ancam Perawat dengan Pecahan Kaca"

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved