Liga 1

Bek Persipura Arthur Cunha Mengaku Bingung soal Gaji Pemain: FIFA 50 Persen, Kok PSSI 25 Persen?

Bek Persipura Jayapura, Arthur Cunha, angkat bicara soal pemotongan gaji para pemain sebesar 75 persen.

Instagram/persipurapapua1963
Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago (jersey merah) dan pemain baru Persipura, Arthur Cunha (jersey putih) 

TRIBUNPAPUA.COM - Bek Persipura Jayapura, Arthur Cunha, angkat bicara soal pemotongan gaji para pemain sebesar 75 persen.

Arthur Cunha mengaku mendengar kabar bahwa pemotongan gaji yang disarankan FIFA hanya 50 persen.

Menurut Arthur Cunha sebagai pemain asing Persipura, pemotongan gaji sebesar 75% cukup menyusahkan.

Hal ini lantaran perbedaan nilai mata uang jika ia bawa pulang ke negaranya.

Jacksen F Tiago Beberkan 3 Tujuan Utama Program Latihan Mandiri bagi Pemain Persipura Jayapura

Kendati demikian, Arthur Cunha cukup memahami keadaan yang sedang dilanda Indonesia saat ini di tengah pandemi virus corona.

"Kalau gaji maksimal 25%, baik untuk kami pemain asing ataupun pemain lokal, akan terasa berat. Saya mendengar FIFA memotong maksimal 50 persen, tetapi PSSI bilang 75 persen. Saya jadi bingung," ujarnya dikutip BolaSport dari video YouTube Persipura, Sabtu (11/4/2020).

"Pemain seperti saya (pemain asing), di negara asal biaya hidup akan lebih mahal dari Indonesia. Jadi, dengan 25% akan susah sekali."

"Saya juga tahu situasi ini susah untuk tim. Jadi, pemain juga harus mengerti situasi klub."

"Saya harap nantinya ada solusi lagi untuk pemain. Misalnya bulan ini dipotong 25 persen, bulan depan mungkin bisa jadi 50 persen," imbuhnya.

Sementara itu, terkait kelanjutan kompetisi Liga 1 2020, Arthur Cunha mengatakan jika tidak memungkinkan berlanjut, harus ada alternatif kompetisi lain yang setara dengan Liga 1.

Ini Kata Jacksen F Tiago soal Program Latihan untuk Pemain Persipura Jayapura Selama Jeda Kompetisi

"Saya pikir akan susah kalau ditunda lagi karena banyak pemain dan pelatih akan mengalami kesulitan cari uang untuk keluarga. Bukan sepak bola saja, semuanya bisa kena dampak juga."

"Jadi saya pikir, kita harus tunggu sampai Mei. Kalau memang tidak bisa atau batal, cari alternatif kompetisi lain."

"Biar semua orang bisa kembali bekerja, semua suporter senang, yang terpenting lagi kita tetap berdoa agar pandemi segera usai," ujarnya.

Ditanya akankah menetap di Indonesia selama kompetisi libur, eks pemain Arema FC itu mengatakan bahwa dia lebih memilih pulang ke Brasil karena sudah rindu dengan buah hatinya.

 
(BolaSport.com)
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved