Pasca-Bentrokan di Mamberamo Raya, Polda Papua Minta Seluruh Anggota Polisi dan TNI Jaga Soliditas

Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih mengklaim solid menjaga mengawal pembangunan di Papua lebih khusus di Kabupaten Mamberamo Raya.

Tribunnews.com/Banjir Ambarita
Pelepasan jenazah korban bentrokan antara TNI-Polri di RS Bhayangkara 

TRIBUNPAPUA.COM - Bentrokan antara TNI dengan Poli terjadi di Kasonaweja ibukota Mambaremo Raya Papua, Minggu 12 April kemarin.

Lima anggota Polisi tertembak, tiga diantaranya tewas.

Persitiwa itu terjadi diduga dipicu kesalahpahaman.

Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih mengklaim solid menjaga mengawal pembangunan di Papua lebih khusus di Kabupaten Mamberamo Raya.

“Polri dan TNI tetap solid mengawal proses pembangunan di Papua terutama di Mamberamo Raya. Dan kami minta kepada seluruh personil TNI dan Polri dimanapun berada agar tetap menjaga soliditas untuk mengawal pembangunan nasional,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, Senin (13/4/2020)

Mengenai insiden yang terjadi di Mamberamo Raya pada hari Minggu kemarin, tim gabungan dari TNI dan Polri sedang bekerja mencari serta memgumpulkan fakta.

Senjata Api Milik Polisi Ditarik dan Keluarga Mereka Dilarang Keluar Mako saat Bentrok TNI-Polri

“Biar tim gabungan yang kerja mencari fakta, tapi semua personil TNI dan Polri harus tetap solid. Mudah-mudahan cepat tuntas dan situasi tetap terjaga dengan baik,” imbuh Kamal.

Kepala Penerangan XVII Cenderawasih Kolone CPL Eko Daryanto juga mengatakan hal senada, bahwa soliditas TNI dan Polri tetap terjaga di Papua.

“Kami dari Kodam XVII/Cenderawasih tentunya bapak kapolda Papua bersama bapak Pangdam XVII/Cenderawasih dan dari perintah Pimpinan diatas TNI-Polri tetap menjaga soliditas, sinergitas dilapangan. Kami sangat menyayangkan kejadian kemarin pagi, namun itu tidak berpengaruh kepada sinergi dan soliditas TNI-Polri apalagi dalam menangani bersama-sama Pandemi Covid-19 di Papua,” kata Eko Daryanto Senin 13 April.

Ia melanjutkan, tim gabungan sudah dibentuk dan mulai hari ini akan bekerja mencari serta mengumpulkan fakta guna mengungkap pemicu terjadinya insiden Mamberamo.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved