Breaking News:

Virus Corona

Bebas karena Asimiliasi saat Corona, Napi Ini Ngaku Keluarkan Uang Rp 5 Juta: Tak Bayar Tak Keluar

Rupanya, pembebasan napi dengan program asimilasi dimanfaatkan oleh oknum petugas.

Kompas.com - Josephus Primus
Foto ilustrasi borgol. 

TRIBUNPAPUA.COM - Pembebasan 35 ribu narapidana dalam rangaka mencegah Virus Corona dimanfaatkan oleh oknum petugas lapas.

Seorang napi yang mengaku harus membayar demi masuk dalam daftar tahanan yang pembebasan.

Diketahui, sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM menargetkan dapat mengeluarkan dan membebaskan sekitar 30.000 hingga 35.000 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menyebut, narapidana dan anak yang bisa mendapatkan asimilasi harus memenuhi syarat telah menjalani 2/3 masa pidana pada 31 Desember 2020.

Sementara bagi narapidana anak telah menjalani 1/2 masa pidana pada 31 Desember 2020.

Selain itu, dalam rapat dengan DPR RI, Yasonna juga mengusulkan perubahan PP Nomor 99 Tahun 2012.

Tolak Dibebaskan karena Asimilasi Wabah Corona, Napi Ini Betah di Rutan: Mending di Sini, Nyaman

Setidaknya terdapat empat kriteria narapidana yang bisa dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi melalui mekanisme revisi PP tersebut.

Satu di antaranya adalah narapidana kasus tindak pidana korupsi yang berusia di atas 60 tahun dan sudah menjalani 2/3 masa tahanan.

Rupanya, pembebasan napi dengan program asimilasi dimanfaatkan oleh oknum petugas.

Bahkan, seorang napi yang saat ini sudah bebas lewat program asimilasi mengaku harus membayar jutaan untuk mendapatkan tiket tersebut.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved