Warga Merauke Serahkan Senjata Api Ilegal ke Satgas Yonif 411 Kostrad, sebelumnya Dipakai Berburu

Warga Merauke mengembalikan satu pucuk senjata api dan amunisi ilegal kepada Satgas Pamtas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad.

KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDI
ILUSTRASI - senjata rakitan 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang warga berinisial MN (54) asal Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua mengembalikan satu pucuk senjata api dan amunisi ilegal kepada Satgas Pamtas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya mengatakan, penyerahan tersebut dilakukan pada Selasa (14/4/2020).

"Penyerahan secara sukarela satu pucuk senjata api rakitan beserta 4 butir munisi kal 5.56 mm oleh MN (54 th), warga Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke," ujar Rizky dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2020).

Rizky mengatakan, penyerahan senjata itu berawal saat 4 personel Pos Kout Sota yang dipimpin Serka Arif Desiyanto dalam perjalanan mengambil power supply menggunakan truk dinas NPS menuju Pos Kaliwanggo, Distrik Sota.

Kapolda Papua Sebut Lokasi Penemuan 2 Jenazah Korban Penembakan Merupakan Area Perang KKB

Di tengah perjalanan, tepatnya di jalan Poros Trans Papua KM 107, rombongan berpapasan dengan dua pengendara sepeda motor, AN (43) dan SN (20) yang terlihat membawa barang mencurigakan.

Saat dihentikan dan dimintai keterangan, keduanya sempat tidak mengungkapkan barang  apa yang mereka bawa dengan dibungkus karung itu.

Setelah diberikan pemahaman secara baik-baik, keduanya mengakui bahwa telah membawa senjata api rakitan dan amunisi yang diberikan oleh orangtua SN, yakni MN untuk digunakannya berburu di hutan.

Dansatgas mengatakan, guna mendapatkan keterangan lebih lanjut, keduanya bersedia dibawa menuju ke Pos Kout Sota.

"Tak berselang lama MN selaku orang yang memberikan senjata dan amunisi kepada AN dan SN untuk berburu, datang memberikan penjelasan mengenai senjata dan amunisi itu," kata dia.

Keluarga Sebut Warga Korban Penembakan di Area Freeport Tak Bergabung KKB: Mereka Hanya Cari Ikan

Menurut Rizky, MN menjelaskan bahwa senjata api rakitan itu merupakan milik rekannya berinisial DU, warga Mopah, Kota Merauke yang dipinjamkan kepadanya untuk kepentingan berburu di hutan.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved