Sayangkan Bentrok TNI-Polri di Papua, Moeldoko: Harus Fokus pada Kerja-kerja Menjaga Perdamaian

Moeldoko menyayangkan konflik yang melibatkan oknum TNI-Polri di Papua. Apalagi, konflik antar aparat tersebut terjadi di tengah pandemi Corona.

Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 

TRIBUNPAPUA.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyayangkan konflik yang melibatkan oknum TNI-Polri di Papua. Apalagi, konflik antar aparat tersebut terjadi di tengah pandemi Virus Corona Covid-19.

“Sangat disayangkan, di tengah penanganan wabah Covid-19, terjadi insiden hingga menimbulkan korban rakyat sipil, ” kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2020).

Bentrokan antara oknum TNI dan Polri terjadi di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, pada Minggu (12/4/2020) pukul 07.40 WIT.

Bentrokan itu melibatkan oknum anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya, di Jalan Pemda I, Kampung Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah. Akibat pertikaian itu, tiga polisi meninggal dan dua polisi lain menderita luka tembak.

Atas peristiwa itu, Moeldoko pun meminta semua pihak menahan diri dengan tidak melakukan hal-hal yang memperkeruh suasana.

 Kata Pengamat soal Bentrok TNI-Polri yang Kembali Terjadi: Penanganannya Sebatas Seremoni Petinggi

"Semua pihak diharapkan lebih memfokuskan pada kerja-kerja menjaga perdamaian, pembangunan kesejahteraan, dan mengatasi penyebaran Covid-19 di Papua," kata dia.

Moeldoko menegaskan, penugasan TNI dan Polri di Papua dalam rangka mengawal kedaulatan negara, khususnya mencermati aktifnya kembali Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Selain itu aparat bertugas memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat dari berbagai gangguan.

Moeldoko pun memastikan, pemerintah telah melakukan langkah-langkah penindakan atas konflik yang tejadi.

Menurut dia, telah dilakukan penarikan 28 personel TNI terkait untuk menjalani pemeriksaan oleh POM Dam Cenderawasih di Jayapura.

28 Personel Yonif 755 Diperiksa terkait Insiden Bentrokan TNI-Polri di Papua yang Tewaskan 3 Polisi

Moeldoko menyayangkan opini yang berkembang, menyebut peristiwa itu akibat aparat TNI yang tidak profesional.

"Padahal, selama ini TNI telah melakukan berbagai peran yang sangat positif dalam mendukung pembangunan kesejahteraan di Papua. Di antaranya gerakan imunisasi di Asmat, imunisasi polio di Yahukimo dan daerah lainnya, mendukung kegiatan pembangunan desa, dan lain-lain," ucap Moeldoko.

(Kompas.com/Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Istana Sayangkan Bentrok TNI-Polri di Papua

melaku

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Istana Sayangkan Bentrok TNI-Polri di Papua", https://nasional.kompas.com/read/2020/04/17/21403081/istana-sayangkan-bentrok-tni-polri-di-papua.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Krisiandi
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved