Virus Corona di Papua

Anggarkan Rp 29 Miliar untuk Tangani Corona, Pemkot Jayapura Juga akan Bangun Dapur Umum

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menganggarkan dana sebesar Rp 29 miliar untuk menanganai pandemi Virus Corona.

Tribunnews/Jeprima
Petugas jasa penukaran uang asing saat menghitung pecahan Rp 100.000 di PT Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS melemah dan menyentuh Rp 13.761 per Dolar AS. 

TRIBUNPAPUA.COMPemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menganggarkan dana sebesar Rp 29 miliar untuk menanganai pandemi Virus Corona.

Dana tersebut didapat setelah dilakukan refokusing dan realokasi APBD Kota Jayapura.

"Pemkot telah melakukan refokusing dan realokasi APBD sebesar 29 miliar untuk tiga kegiatan, yaitu untuk penanganan masalah kesehatan, penanganan masalah dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial," ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano, melalui keterangan tertulis, Senin (20/4/2020).

Anggaran tersebut juga telah digunakan untuk membangun dapur umum yang dikelola oleh aparat gabungan TNI dan Polri.

Mano menuturkan, tujuan mendirikan dapur umum adalah untuk menyuplai makanan bagi warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang tengah menjalankan karantina mandiri.

Ternyata Permintaan Keluarga, Ini Kisah Viral Petugas Seberangi Sungai Antar Jenazah Pasien Corona

"Kami bantu mereka supaya mereka tidak keluar rumah sampai 14 hari, nanti ada aparat dan petugas medis yang akan memantau mereka," kata Mano.

Selain itu, ia mengaku telah mengarahkan para kepala kampung untuk merevisi penggunaan dana desa terkait dengan kondisi pandemi Virus Corona.

Ia menginginkan agar dana desa bisa dimanfaatkan untuk melindungi warga kampung dari Covid-19.

"Saya sudah minta kampung-kampung revisi dana kampung (desa) untuk memberikan bantuan ekomomi kepada warganya. Mereka (kepala kampung) saya perintahkan untuk tetap tinggal dan jaga kampung," kata Mano.

Mengenai status siaga darurat penanganan Covid-19 yang belum ditingkatkan, Mano menyatakan hal tersebut lebih untuk menjaga psikologis masyarakat.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved