Virus Corona di Papua

Pemkab Mimika Kekeh Minta Menkes Setujui PSBB, Sebut Pihaknya Sudah Penuhi 2 Syarat

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap Menteri Kesehatan menyetujui usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan.

(Tribun-Video/Buyung Haryo)
ILUSTRASI Virus Corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Pemerintah Kabupaten Mimika berharap Menteri Kesehatan menyetujui usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan.

Seperti diketahui, Pemkab Mimika sudah mengajukan usul untuk menerapkan PSBB. Namun, belum disetujui karena belum ada peningkatan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat, serta kajian mengenai kejadian transmisi lokal Covid-19 di Mimika

Wakil Bupati Mimika Johannes menyampaikan, agar disetujui, pihaknya sudah memenuhi dua syarat.

Pertama, Pemkab Mimika sudah melakukan pendataan, di mana hingga Minggu (19/4/2020), sudah ada 32 kasus Covid-19 tercatat di Mimika.

Kedua, terkait data transmisi, di mana penularan diketahui berasal dari transmisi lokal pada klaster Lembang dan klaster Surabaya.

Update Virus Corona di Papua: 7 Pasien Covid-19 di RSUD Jayapura Dinyatakan Sembuh

"Kondisi sekarang ini Mimika sudah memenuhi dua syarat itu. Kami berharap secepatnya Kemenkes menyetujui pemberlakuan PSBB di Mimika," ujar Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob kepada Antara di Timika, Senin 920/4/2020.

Jika disetujui, Pemkab Mimika akan memberlakukan aturan di atas jam 14.00 siang tidak boleh ada warga yang lalu lalang sembarangan lagi di jalan raya, terkecuali bagi petugas keamanan dan petugas medis, serta orang-orang tertentu yang mendapatkan surat penugasan khusus serta kepentingan emergency (darurat) lainnya.

"Begitupun dengan tempat-tempat usaha, selain pasar dan toko-toko yang menjual sembako, apotek dan fasilitas kesehatan, tidak boleh ada lagi yang beroperasi di atas jam 14.00 siang," ujar Johanes menambahkan.

Johannes menjelaskan, semenjak pembentukan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Mimika pada 18 Maret dan penerbitan Instruksi Bupati Mimika Nomor 1 Tahun 2020 tanggal 25 Maret, Pemkab Mimika mulai membatasi aktivitas masyarakat dan kegiatan usaha.

3 Dokter dan 1 Perawat di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Positif Corona, Begini Kondisi Mereka

Pembatasan yang dilakukan meliputi penghentian seluruh aktivitas penerbangan dari Bandara Timika dan kegiatan pelayaran di Pelabuhan Pomako, kebijakan membolehkan aparat sipil negara bekerja dari rumah, melibuarkn kegiatan sekolah dan penerapan proses belajar-mengajar belajar dari rumah, serta membatasi kegiatan keagamaan, sosial, dan perekonomian.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved