Senin, 13 April 2026

Virus Corona

Tingkat Infeksi Virus Corona Bisa Jauh Lebih Tinggi Menurut Studi Antibodi, Ini Penjelasannya

Wabah Virus Corona semakin banyak menginfeksi masyarakat dunia dengan angka kasus hingga lebih dari 2 juta kasus.

TRIBUNPAPUA.COM - Wabah Virus Corona semakin banyak menginfeksi masyarakat dunia dengan angka kasus hingga lebih dari 2 juta kasus.

Studi antibodi tunjukkan tingkat infeksi Covid-19 bisa jauh lebih tinggi.

Penelitian yang dilakukan di sebuah daerah di California menunjukkan prevalensi orang yang terinfeksi Virus Corona jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Hal ini berpotensi menyulitkan perlu tidaknya lockdown untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona lebih luas.

Melansir Newsweek, Minggu (19/4/2020), para peneliti mengekstraksi sebanyak 3.000 sampel darah dari sukarelawan yang tinggal di Santa Clara dan dianalisis pada awal April.

Studi yang dilakukan para peneliti di Stanford University yang belum ditinjau dan dipublikasikan dalam jurnal medRxiv menemukan antara 2,5 persen dari 4,5 persen orang yang dites positif antibodi.

Dari 2 juta populasi di wilayah ini diekstrapolasi dan diperkirakan antara 48.000 hingga 82.000 orang mungkin telah terinfeksi Virus Corona pada waktu itu.

Estimasi ini menunjukkan lebih dari 80 kali lebih tinggi dari jumlah resmi yang dilaporkan yakni 1.000 kasus.

"Temuan kami menunjukkan ada suatu tempat dengan tingkat infeksi (Virus Corona) antara 50 sampai 80 kali lipat, lebih banyak dari yang dilaporkan departemen kesehatan masyarakat," ungkap Dr. Eran Bendavid yang memimpin penelitian ini.

Hasilnya menunjukkan batas atas tingkat kematian akibat Virus Corona hanya 0,2 persen, jauh lebih rendah dari tingkat kematian nasional sebesar 4,1 persen.

Kendati demikian, banyak peneliti memperingatkan jika hasil penelitian ini belum tentu berlaku untuk seluruh dunia.

Sebab, beberapa ilmuwan juga meragukan tentang keakuratan peralatan yang digunakan dalam studi tersebut, seperti dilaporkan dalam jurnal Nature.

Peringatkan China Bakal Hadapi Konsekuensi atas Wabah Corona, Trump: Kesalahan adalah Kesalahan

Studi yang dilakukan Bendavid menunjukkan sekitar 95 persen populasi di Santa Clara tidak memiliki antibodi.

Sementara tes antibodi dilakukan yang dilakukan para pejabat kesehatan masyarakat setempat dilakukan untuk mendeteksi mereka yang berisiko membawa infeksi.

Selain itu, tes tersebut membantu pemerintah memutuskan kebijakan untuk penanganan Covid-19.

"Gagasan ini akan menjadi pedoman untuk kembali bekerja dan beraktivitas dengan aman. Sebab, kita tidak tahu apakah atau berapa lama antibodi akan dapat melindungi dari infeksi Virus Corona," jelas Arthur Reingold, seorang profesor epidemiologi di UC Berkeley, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

(Kompas.com/Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Studi Antibodi Tunjukkan Tingkat Infeksi Corona Bisa Lebih Tinggi

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved