Viral Tukang Becak Dipukul Satpam hingga Ganjar Bereaksi, Pihak Museum Keris Solo Klaim: Sudah Damai

Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan Kota Solo mengklaim tiga satpam yang pukuli tukang becak yang hingga ramai dibicarakan sudah berdamai.

Instagram
Ngadino, tukang becak yang dipukuli satpam di Galeri Keris Solo. 

TRIBUNPAPUA.COM - Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan Kota Solo, Didik Sunaryono mengklaim tiga satpam yang pukuli tukang becak yang hingga ramai dibicarakan sudah berdamai.

Disebutkannya hal itu dilakukan seusai kejadian dugaan pemukulan di depan pos satpam Museum Keris Solo.

Proses damai tersebut dilakukan di Kantor Kelurahan Sriwedari dan atas sepengetahuan Polsek Laweyan.

"Saya pikir sudah selesai di kelurahan, sudah saling minta maaf, selesai," kata Didik.

"Sudah diselesaikan, sudah diobati, memang semua mengakui kesalahan," imbuhnya membeberkan.

Pihak keluarga kemungkinan tidak terima kemudian melayangkan laporan ke Polresta.

"Pulang ke rumah, pihak keluarga tidak terima, langsung buat laporan, difoto, diupload dan sebagainya terus viral," ujar Didik.

Didik menuturkan pihaknya sampai saat ini belum memikirkan sanksi yang akan diberikan 3 oknum satpam tersebut.

Sanksi akan menunggu hasil pemeriksaan di Kantor Polresta Solo.

"Belum sampai ke situ, masih nunggu pemeriksaan dulu, baru kondisi seperti ini, kita masih mempertimbangkan kemanusiaan," ucap Didik.

Kronologi Versi Korban

Kasus tukang becak yang mengaku dikeroyok satpam dipukuli satpam menjadi viral di media sosial.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved