Breaking News:

Virus Corona

Jokowi Bisa Saja Turuti Usul Hentikan KRL di Tengah Wabah Corona: Tapi Masyarakat Jangan Dibiarkan

Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah pusat mungkin saja memenuhi permintaan pemerintah daerah menghentikan operasional KRL.

(dok Istana Kepresidenan)
Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/3/2020) malam. Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

TRIBUNPAPUA.COM - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah pusat mungkin saja memenuhi permintaan pemerintah daerah menghentikan operasional moda transportasi Kereta Rel Listrik ( KRL).

Diketahui permintaan itu sempat diusulkan pemerintah di Jabodetabek demi mencegah penyebaran virus corona ( Covid-19).

Namun Kepala Negara menekankan, semestinya pemerintah daerah mengajukan permintaan tersebut disertai dengan rencana manajemen orang-orang yang masih melakukan mobilitas.

"Enggak apa-apa dihentikan, enggak apa-apa. Tapi mereka (masyarakat) disiapkan dulu," ujar Presiden Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan, Rabu (22/4/2020).

 

"Kalau ada bus siapkan bus agar tidak berdesakan di KRL. Busnya diisi separuh saja agar ada physycial distancing di situ, sehingga memberikan solusi," lanjut dia.

Pemerintah daerah harus mau menanggung risiko sekaligus bertanggung jawab atas permintaan penghentian operasional KRL.

"Kalau daerah mau mempersiapkan serta menanggung dari keputusan yang diminta itu, akan kita berikan," kata Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, banyak masyarakat yang mencari nafkah di Jabodetabek. Mereka menggunakan KRL sebagai moda transportasi karena ongkos KRL sangat terjangkau bagi masyarakat.

Mereka kebanyakan berprofesi sebagai pekerja harian, buruh, hingga pedagang asongan.

Saat Najwa Shihab bertanya, kenapa pemerintah daerah yang harus menanggung, Presudeb Jokowi menyebut, karena pemerintah daerah lah yang mengajukan penghentian operasional KRL.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved