Breaking News:

Virus Corona

Seorang Pria Dipaksa Dikarantina di Pondok Reyot di Kebun: Tidur Pakai Bambu, Tidak Ada Listrik

Seorang pria bernama M Maman diminta untuk melakukan karantina di sebuah kebun oleh pemerintah daerah dan setempat.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(Dokumen Maman)
Foto : Maman, seorang warga Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT, menjalani karantina di pondok reyot. 

Lokasi kebun letaknya cukup jauh dari permukiman warga. 

"Pagi saya tiba di desa. Pas tiba, langsung disuruh karantina mandiri di kebun. Di kebun ini, saya tinggal di pondok reyot. Tenda tidur saya pakai belahan bambu. Pondok reyot ini tidak ada listrik. Malam saya pakai pelita," ujar Maman kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (27/4/2020). 

Maman menjelaskan, kondisi pondok tempat ia karantina sangat tidak layak dihuni.

Lubang menganga di mana-mana, karena hanya ditutupi daun lontar. Di pondok itu juga tidak ada air minum untuk cuci tangan dan mandi.

Untuk makan, setiap hari warga mengantarkan makanan ke pondok itu.

Maman sudah 3 hari 3 malam menjalani karantina di pondok reyot itu. Di pondok itu, semuanya serba terbatas.

"Saya merasa seperti orang asing makanya dikucilkan di pondok reyot ini," ungkap Maman.

Menantu Tega Bunuh Ibu Mertua dan Jenazah Dibuang ke Sungai, Warga: Anak Korban Menangis Histeris

Maman memilih karantina terpusat di gedung SCC Maumere daripada tinggal di pondok reyot.

Kepala Desa Tuabao, Thomas Tota menjelaskan, Maman merupakan eks penumpang KM Lambelu.

Maman diminta karantina di kebun berdasarkan keputusan pihak keluarga dan pemerintah desa. 

"Karantina mandiri ini dilakukan karena khawatir dengan Virus Corona. Dia kan baru pulang merantau," jelas Thomas. 

(Kompas.com/ Kontributor Maumere, Nansianus Taris)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Desa Paksa Pria Ini Karantina di Kebun, Tinggal di Gubuk Reyot Jauh dari Permukiman"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved