Breaking News:

Virus Corona

Tuai Kritik Internasional soal Corona, China: AS Lalai Cegah Wabah dan Alihkan Perhatian Publik

Pada Selasa (28/4/2020), China melakukan serangan terhadap kritik internasional terkait penanganan wabah Virus Corona.

Editor: mohamad yoenus
(AFP/HECTOR RETAMAL)
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

TRIBUNPAPUA.COM - Pada Selasa (28/4/2020), China melakukan serangan terhadap kritik internasional terkait penanganan wabah Virus Corona.

China menuduh politisi Amerika Serikat (AS) melakukan kebohongan terselubung.

Virus baru yang bernama resmi Covid-19 ini pertama kali muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir 2019 lalu sebelum akhirnya menyebar ke seluruh dunia termasuk AS dan Australia.

Kedua negara itu kini meminta investigasi terkait bagaimana penyakit tersebut bisa bertransformasi menjadi wabah global.

Dilansir dari media Perancis, AFP, pihak Beijing menanggapi pada Selasa (28/4/2020) dengan mengatakan bahwa AS 'menyerang' China untuk mengalihkan perhatian dan penanganan wabahnya sendiri.

China juga membela duta besarnya untuk Australia yang memperingatkan bahwa orang-orang China bisa memboikot barang-barang impor sebagai balasan atas tuntutan investigasi wabah Virus Corona.

Senator Tom Cotton Larang Mahasiswa China Belajar Sains di AS, Sebut Beijing Coba Curi Vaksin Corona

"Politisi Amerika berulang kali abai pada kebenaran dan mengatakan kebohongan yang tak beralasan," ungkap juru bicara kementerian luar negeri China, Geng Shuang kepada wartawan saat rapat singkat.

"Mereka hanya punya satu tujuan yakni lalai akan tanggung jawab mereka terhadap tindakan pencegahan wabah dan kontrol, serta mengalihkan perhatian publik," imbuh Shuang.

Shuang mengatakan para politisi AS seharusnya merefleksikan masalah mereka sendiri dan mencari cara agar bisa mengatasi wabah secepat mungkin.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa mungkin dia kan meminta ganti rugi dari China atas wabah Virus Corona dan mengatakan kalau ada banyak pilihan untuk meminta pertanggung jawaban China.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved