Breaking News:

Virus Corona

Tuding China Sembunyikan Tingkat Keparahan Corona, AS: Agar Dunia Tak Memahami Wabah Itu Tepat Waktu

Pemerintah AS melalui Kementerian Keamanan Dalam Negeri dalam laporannya menilai, China sengaja menyembunyikan tingkat keparahan Virus Corona.

Editor: Astini Mega Sari
(AFP/STR/CHINA OUT)
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas medis saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. 

TRIBUNPAPUA.COM- Pemerintah AS melalui Kementerian Keamanan Dalam Negeri dalam laporannya menilai, China sengaja menyembunyikan tingkat keparahan Virus Corona.

Dalam laporannya, Beijing dituding sengaja menimbun alat medis dengan memperbanyak impor dan mengurangi ekspor, berdasarkan keterangan sumber.

"China kemungkinan memotong ekspor suplai medis pada Januari, menyusul pemberitahuan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa Virus Corona menular," bunyi laporan itu.

Laporan yang meninjau data impor dan ekspor pada awal 2019 beredar di pemerintah AS pada Jumat (1/5/2020), dengan pertama kali dilaporkan ABC.

Pada Minggu (3/5/2020), Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut Negeri "Panda" sudah menyembunyikan kabar penularan Covid-19.

Tuai Kritik Internasional soal Corona, China: AS Lalai Cegah Wabah dan Alihkan Perhatian Publik

Termasuk menutupi seberapa parah patogen itu dan melakukan penimbunan stok medis mereka, sebagaimana diwartakan CNN Senin (4/5/2020).

Saat diwawancarai ABC's "This Week", Pompeo mendapat pertanyaan apakah Beijing sengaja menumpuk kebutuhan medis pada awal Januari.

"Kalian benar sekali. Kami bisa mengonfirmasi Partai Komunis China berusaha agar dunia tak memahami wabah itu tepat waktu," kata dia.

Menlu AS, Mike Pompeo
Menlu AS, Mike Pompeo (AFP)

Komentar Menlu AS itu muncul di tengah persiapan pemerintahan Presiden Donald Trump guna "menghukum" China di semua lini karena wabah.

Sejumlah sumber mengungkapkan, Washington berencana menggunakan berbagai alat. Seperti menerapkan sanksi, atau membatalkan kewajiban utang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved