Breaking News:

Cerita ABK Kapal jika Ada yang Meninggal di Tengah Laut: Kalau Kapten Baik, Ditaruh Freezer Dulu

Seorang anak buah kapal (ABK), menceritakan bagaimana penanganan saat ada ABK yang meninggal dunia saat kapal berlayar di tengah laut.

MBC/Screengrab from YouTube
Sebuah tangkapan layar dari video yang dipublikasikan media Korea Selatan MBC memperlihatkan, eorang awak kapal tengah menggoyang sesuatu seperti dupa di depan kotak yang sudah dibungkus kain berwarna oranye. Disebutkan bahwa kotak tersebut merupakan jenazah ABK asal Indonesia yang dibuang ke tengah laut oleh kapal asal China. 

"Kalau kaptennya baik, ditaruh di freezer dulu," jelas Aji.

"Jadi kalau ada orang meninggal itu enggak langsung ke darat, enggak," lanjut dia.

"Taruh di freezer dulu jadi kayak ikan, jadi keras," ungkap Aji.

Jika kapal tidak kunjung berlabuh, akan dititipkan ke kapal collecting yang mengambil hasil tangkapan ikan.

 

"Nanti kalau perhitungan kapten belum mau mendarat, nunggu kapal collecting. Jadi dititipin ke kapal itu," jelas Aji.

Kapal collecting biasanya tidak datang setiap hari, bahkan terkadang bisa menunggu sampai dua bulan.

"Jadi selama menunggu kapal collecting bisa satu bulan, bisa dua bulan mayat masih di kapal itu," ungkapnya.

"Kadang yang meninggal dibawa ke darat, cuma kapal enggak mau mendarat, lho. Dia panggil petugas, kapal langsung lari," lanjut Aji.

Menurut dia, hampir semua kapal ikan memperlakukan ABK-nya seperti itu.

Cerita Pilu ABK Indonesia di Kapal China, Tidur Hanya 3 Jam hingga Minum Sulingan Air Laut

Aji menyebutkan tidak semua kapal mau bertanggung jawab atas jenazah ABK yang meninggal saat di tengah laut.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved