Virus Corona

40.000 Kasus Corona Baru Diprediksi Bakal Terjadi di Pulau Jawa akibat Mudik

Presiden RI Jokowi telah mengeluarkan larangan mudik Lebaran tahun ini. Namun, ahli menilai kecenderungan masyarakat untuk mudik tetap tinggi.

WARTA KOTA/NUR ICHSAN
NEKAT MUDIK - Warga nekat mudik menggunakan angkutan bus umum melalui Terminal.Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (1/4/2020). Himbauan pemerintah untuk tidak mudik sepertinya tak dihiraukan, padahal tindakan tersebut mengundang penyebaran wabah Covid-19 ke luar ibukota. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Jokowi telah mengeluarkan larangan mudik Lebaran pada momen Idul Fitri tahun ini. Namun, ahli menilai kecenderungan masyarakat untuk mudik tetap tinggi.

Bahkan ahli memprediksikan estimasi kasus Covid-19 per hari di Pulau Jawa akan mengalami kenaikan signifikan mulai minggu kedua bulan Ramadan, dan mencapai puncaknya saat Lebaran.

Prediksi ini dibuat oleh Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono bersama dengan timnya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI).

Pandu menyebutkan bahwa pemodelan yang mereka buat berdasarkan kecenderungan tindak mobilitas masyarakat melalui perilaku mudik dan tidak mudik.

Menurut Pandu, efek dari mobilitas atau pergerakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah lain pulau Jawa non-Jakarta.

"Kembalinya pekerja informal ke kampung halaman atau mudik terbukti secara empiris terjadi pertambahan jumlah kasus per hari di Pulau Jawa selain Jakarta," kata Pandu dalam diskusi daring bertajuk "Mobilitas Penduduk dan Covid-19: Implikasi Sosial, Ekonomi dan Politik" pada Senin (4/5/2020).

90 KK di Solo Dikarantina Selama 14 Hari setelah Diduga Kontak dengan Pasien Positif Corona

Hasil Pemodelan

Pemodelan data estimasi kumulatif kasus akibat mobilitas penduduk ini dihimpun oleh Pandu dan timnya berdasarkan data utama terkait orang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) yang melakukan mudik lebaran ke provinsi Jawa lainnya.

Berdasarkan survei potensi pemudik angkutan lebaran tahun 2019 oleh Kementerian Perhubungan, tercatat ada 14,9 juta orang atau sekitar 44,1 persen dari warga Jabodetabek yang mudik lebaran pada tahun 2019.

Selanjutnya, data dari survei oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek pada 2020 ini memprediksikan ada 56 persen warga Jabodetabek yang tidak mudik, 37 persen masih mempertimbangkan akan mudik, dan 7 persen yang telah mudik.

Halaman
12
Editor: mohamad yoenus
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved