Detik-detik Kronologi Polisi Diserang di Pos Paniai Papua, Dilakukan saat Situasi Gelap Gulita

Para pelaku penyerangan menganiaya anggota Polisi Briptu Kristian Paliling dan kemudian merampas tiga pucuk senjata api dari Pos.

(Kontributor Tribunenws/Banjir Ambarita)
Foto Kapolda dan Pangdam saat jenguk Briptu Christian Paliling korban aniaya di Pos Polisi yang diaerang sekeompok orang di Paniai Jumat Lalu 

Kapolda dan Pangdam juga langsung ke Nabire guna melihat kondisi langsung Briptu Kritian Paliling yang dirawat di RSUD Nabire.

Dalam kunjungannya di RSUD Nabire kapolda Papua menyampaikan, hari ini saya bersama bapak Pangdam, bupati Paniai serta beberapa perwira Polda dan Kodam XVII/Cenderawasih, baik Kapolres Paniai dan Kapolres Nabire datang untuk sekaligus menjenguk anggota kita saudara Cristian paliling yang kemarin mengalami kekerasan dari sekelompok masyarakat di Ndeotadi 99.

“Kami datang ke RSUD nabire hanya mau melihat keadaan sudara Kristian paliling dan syukur dari keterangan dokter yang menanganinya mewakili direktur rumah sakit bahwa keadaanya cukup normal, kami lihat tadi masih ada pendarahan-pendarahan tapi keterangan para dokter sudah bisa ditangani.  Mudah mudahan kita berharap segera bisa sembuh dan boleh pulih seperti sedia kala,” ujar Kapolda.

Kapolda menyatakan keprihatinanannya atas luka yang dialami Briptu Christian Paliling, karena ada 4-5 titik yang cukup parah seperti leher, punggung, belakang kepala.

“Nampaknya penganiayaannya serius sekali, itulah yang menjadi pertanyaan kami padahal hubungan antara pelaku dengan anggota-anggota dipos yang jaraknya hanya sebelah rumah, baik, tapi kenapa bisa jadi tindak penganiayaan seperti itu, apakah ada persoalan personal atau persoalan perseorangan antara pribadi mereka, tapi kami yakin tidak,” ungkap Kapolda.

Pos Polisi di Papua Diserang OTK, 4 Pucuk Senjata Dirampas dan Seorang Polisi Dianiaya hingga Kritis

Penyelidikan atau penyidikan untuk membuktikan akar penyebab atau latar belakang terjadinya kekerasan dan perampasan senjata api akan terus dilakukan.

”Sebentar kami dengan Bupati Nabire, Paniai dan Deiyai akan bicara, bagaimana persoalan ini bisa segera diselesaikan dengan baik, dalam arti kami memerlukan agar senjata yang dirampas itu bisa dikembalikan atau pelaku bisa menyerahkan diri,” ucap Kapolda.

Tentu itu adalah upaya yang  terus lakukan, karena beum mengetahui permasalahan yang sebenarnya.

“Korban belum bisa kita ambil keterangan karena belum stabil untuk berbicara memberikan alur tentang kejadian latarbelakang dan lain sebagainya,” ucap Kapolda.

Diharapkan para tokoh-tokoh saudara-saudara keluarga besar di kabupaten Paniai membantu pengembalian senjata itu.

“Kami juga akan mengevaluasi posisi keadaan anggota di pos itu, mungkin jumlahnya kita perbanyak dan kita perlengkapi atau tidak,  dari warga masyarakat sudah menyampaikan keinginan dan harapan mereka dan sudah kami tampung,” tegas Kapolda.

(Kontributor Tribunenws/Banjir Ambarita)

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved