Perilaku Bocah Penjual Jalangkote seusai Di-bully, Ibu: Cium Adiknya, Minta Maaf Tak Bawa Uang Popok

Kisah R sebelumnya menjadi viral karena mengalami perundungan (bully) dari delapan pemuda saat berjualan jalangkote.

Ist via Tribun Timur
Video seorang bocah di-bully sejumlah pemuda dan mendapatkan perlakuan kekerasan viral di media sosial. 

TRIBUNPAPUA.COM - Dahlia (39) menceritakan bagaimana anaknya, R (10), berinisiatif untuk membantu ekonomi keluarga dengan berjualan pastel atau jalangkote.

Diketahui kisah R sebelumnya menjadi viral karena mengalami perundungan (bully) dari delapan pemuda saat berjualan jalangkote.

Rekaman video perundungan tersebut menjadi viral sehingga bantuan mengalir untuk R dan keluarganya.

R, bocah korban perundungan di Pangkep, Sulsel, mendapat hadiah sepeda dan sembako, diunggah Minggu (17/5/2020).
R, bocah korban perundungan di Pangkep, Sulsel, mendapat hadiah sepeda dan sembako, diunggah Minggu (17/5/2020). (Facebook Saifullah Bonto)

Bocah 12 Tahun Penjual Jalangkote yang Viral Ternyata Kerap Di-bully, Polisi: Kali Ini Kelewatan

R diketahui tinggal di Taladilau, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dikutip TribunWow.com, Dahlia mengungkapkan keseharian anaknya yang membantu berkeliling dengan sepeda untuk menjajakan makanan tersebut.

Awalnya, ia menanggapi kasus perundungan yang terjadi pada anaknya.

Dahlia tidak mengungkapkan banyak harapan untuk pelaku.

"Semoga jangan diulangi lagi," kata Dahlia singkat, dalam tayangan kanal YouTube Tribun Timur, Senin (18/5/2020).

"Tetap dimaafkan, (tetapi) proses hukum jalan," lanjutnya.

Dahlia membenarkan anaknya berinisiatif menjajakan jalangkote agar dapat membantu ibunya membeli popok bagi sang adik.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved